Serie A musim ini menjadi awal kebangkitan Roma di tahun ketiga kepemilikan duo Amerika. Kebangkitan ini sendiri sebagai jalan pembuktian sang pemilik kepada para tifosi, bahwa Roma bangkit setelah 3 musim berada di tangan mereka.
Pemain generasi awal Pallotta dan Di Bennedetto hanya tersisa Miralem Pjanic yang diboyong saat menunjuk Luis Enrique sebagai pelatih.
Kemudian hadirlah Strootman, Benatia, Nainggolan, Leandro Castan, Gervinho, Bastos, Maicon yang semua kini mulai nyetel bersama Roma.
Hasilnya adalah posisi kedua, unggul 6 poin dari Napoli (peringkat tiga) dan tertinggal 11 poin dari Juventus sebagai pemuncak klasemen. Namun, Roma menyisakan satu laga melawan Parma.
Bila laga melawan Parma berhasil dimenangkan, maka Selisih dengan Napoli menjadi 9 dan tertinggal 8 poin dari Juventus. Scudetto mungkin di atas kertas sudah lepas, namun target tampil di eropa oleh Presiden Pallotta musim ini berhasil dia buktikan dengan mendatangkan pelatih berkualitas, Rudi Garcia.
Bersama Rudi Garcia, AS Roma berhasil kembali ke habitat lamanya. Zona Eropa, Napoli tertinggal, Juventus semakin ditekan. (BM/Analisi)
Forza Roma

Tidak ada komentar:
Posting Komentar