Benvenuto nel Sito Ufficiale dell'a Indonesia AS ROMA Club

Photobucket As.Roma

Sabtu, 15 Oktober 2011

Romantisme Romanisti (Part 1)


Ahmad! Suara ummiku dari ruang tamu. Ketika aku dekati beliau sedang memandangi Kitab Suci Agamaku “The Holy Qur’an The Way of My Life”.


“Ngapo Al Qur’an dicoret-coret?” tanyanya karena melihat Al Qur’an ku pada halaman terakhir terdapat gambar sebuah formasi yang di atasnya ada biodataku. Formasi apakah itu? Yaps, itu adalah Formasi AS ROMA klub kesayanganku yg kutulis di lembar terakhir Kitab Suciku.


Dan di atasnya terdapat biodataku, seperti ini


Nama: Ahmad Abdul Malik Imam Al Mahdi Al’an

My Popular Name: Peter Jose Oliver Malik Khan

My Dream: Kiper AS ROMA

Aamiin…..


Ibuku tentunya mencak-mencak, ditambah kompor bleduk abangku, alias tukang ngomporin. Aku Cuma jawab santai. “Kan di lembar terakhir, mi!” alasanku, walau sekarang kusadari, Kita Suci jangan dicoret-coret yang gak penting, kalau menandai ayat boleh-boleh saja. Tapi ya mau gimana lagi, karena saat itu masih BOCAH!


Keluargaku memang terkenal sebagai muslim yang taat, terutama abah. Yang membentuk karakter diriku agar senantiasa berjalan di atas rel-Nya. Kalau ummi dan abangku, biasa-biasa saja. Mereka takut dituduh keluarga teroris. Hiih… aku mah kagak takut! Teroris itukan gak punya agama, lain dengan Mujahid… hehe… teroris Cuma bawa2 agama, apalagi yang belakangan ini. gak bisa bedain Indonesia dengan Afghanistan, Palestina, Irak, dan negeri-negeri Islam lainnya yang dijajah oleh Kafir Amerika. Kalau di negara2 itu pelaku bom bunuh diri pasti Syahid, tapi kalau di Indonesia, hmm,,, bukan syahid, tapi sangit! Apalagi yang ngebom Gereja kemarih,,, hissh,,, asli gedek banget aku.. DOSA TAU!!! Karena Rasulullah SAW bersabda:


Dari Shaffwan bin Sulaim dari sejumlah anak-anak Sahabat Nabi dari ayah mereka dari Rasulullah saw, beliau bersabda, "Ketahuilah, barangsiapa menzhalimi mu'ahid (Non-Muslim) atau melecehkannya atau membebani di luar batas kemampuannya atau mengambil sesuatu dari hartanya tanpa kerelaan hatinya, maka akulah yang akan menggugatnya nanti pada hari kiamat," (Hasan, HR Abu Dawud [3052] dan al-Baihaqi [IX/205]).


Dari Hisyam bin Hakim bin Hizam r.a, bahwa ia melewati beberapa orang dari kaum Anbath (petani Ajam) di Syam yang dijemur di bawah terik matahari. Ia bertanya, "Ada apa dengan mereka?" Mereka menjawab, "Mereka telah membayar jizyah." Hisyam berkata, "Aku bersaksi bahwa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Sesungguhnya Allah akan mengadzab orang-orang yang menyiksa manusia di dunia'," (HR Muslim [2613]).


Haram hukumnya berlaku zhalim terhadap kafir Mu'ahid dan kafir Dzimmi. Oleh karena itu, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata dalam kitab Ahkaam Ahlidz Dzimmah (I/34), "Tidak boleh memberatkan mereka dengan beban yang tidak sanggup mereka pikul dan tidak boleh menyiksa mereka karena telat membayarnya serta tidak boleh mengurung mereka dan memukul mereka." Kaum Muslimin tidak boleh mengambil buah-buahan dan harta benda milik ahli dzimmah tanpa seizin mereka apbila mereka telah menunaikan kewajiban mereka.


Hadooh,, malah khutbah…Kembaliiii kee Laptop! Tapi ya begitulah aku, berusaha menyeimbangkan antara akhirat dan dunia, seperti do’a-do’a yang bisa dibaca ummat Islam… Robbana aatina fiddun-ya haasanah wa fil akhiroti haasanah wa qinaa ‘adzabannar. Islam itu lengkap deh, kalau kata Rasulullah SAW yang intinya “Bekerjalah kamu mencari rezeki yang banyak lagi halal seakan-akan kamu akan hidup selamanya, tapi persiapkanlah dirimu (cari modal) memperbanyak ingat akhirat seakan-akan kamu mati esok hari” duuhh,,, mantap banget kan… hidup harus seimbang, senang-senang boleh, tapi jangan lupa IBADAH. Setuju ROMANISTI?? SETUJU DONK! Ceramah lagi…


Kembali ke Netbook aja deh… akhirnya setelah usia 26 tahun ini, cita-cita menjadi kiper AS ROMA gak kejadian. Karena mikir, ni badang kok gak tinggi, terus makin hari makin subur aja kayak saudaraku sesama Romanisti Partohap, pendeknya nyaingin si Mhanshon… hmmm,, bener-bener pupus impianku.


Namun, ibarat kata pepatah “Tak ada kayu, akarpun jadi” walau gak kesampaian jadi kipernya AS ROMA di Italia sana, Menjadi Kiper AS ROMA versi Romanisti Jambi pun jadiiilaahh… yang penting Jersey Srigala ini melekat di kulitku. Satu kata “ Ti amo Roma”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar