Benvenuto nel Sito Ufficiale dell'a Indonesia AS ROMA Club

Photobucket As.Roma

Jumat, 27 November 2009

Ramai-ramai Menyanjung Totti

Roma - Hat-trick Francesco Totti di laga comeback-nya ternyata cukup berkesan bagi banyak orang. Sejumlah pujian pun mengalir Il Capitano AS Roma itu.

Totti yang dibekap cedera lutut seusai mengantar Roma membekap Napoli lebih dari sebulan lalu menjalani laga comeback pada akhir pekan lalu saat Roma berhadapan dengan Bari Minggu (22/11/2009) waktu setempat dalam lanjutan Seri A.

Pemain berusia 33 tahun itu pun membuktikan bahwa dirinya merupakan sosok spesial bagi Giallorossi. Dia berhasil mencetak hat-trick saat Roma melipat Bari 3-1.

Selain memberi sinyal kepada dunia bahwa dirinya belum habis, aksi Totti tersebut juga mendatangkan banyak pujian dari sejumlah pihak. Mereka sepakat bahwa Totti merupakan sosok yang berbeda di banding pemain-pemain lain pada umumnya.

"Totti merupakan pemain yang luar biasa," tutur gelandang Il Lupi, Simone Perotta di ESPN Star.

Hal yang sama juga diutarakan oleh kiper Roma, Julio Sergio. Menurutnya Totti lebih hebat dari bintang-bintang yang dimiliki oleh Brasil.

"Saya pernah bermain dengan Diego, Robinho, dan Elano dan mereka tidak seperti Totti yang dapat mengubah permainan seorang diri," tandasnya.

Pernyataan senada dilontarkan mantan bintang Seri A, Giuseppe Signori yang optimistis Totti dapat mengungguli perolehan gol Roberto Baggio.

Totti saat ini mengoleksi 187 gol, menduduki urutan delapan daftar pencetak gol terbanyak di Seri , hanya tertinggal satu gol dari Signori. Sedangkan Baggio berada di posisi lima dengan 205 gol.

"Totti hanya memerlukans satu gol untuk dapat melewati saya. Jika dia dapat seperti ini terus, dia tidak hanya akan melewati saya, namun juga dapat segera menyusul Roberto Baggio," terangnya di Puntosport.net.
( din / roz )

Kamis, 19 November 2009

Van Nistelrooy Berpeluang Gabung Roma


Madrid - Ruud van Nistelrooy tak ingin hanya menjadi pemain pengganti di Real Madrid musim ini. Striker Belanda itu berpeluang bergabung dengan AS Roma sebagai pinjaman di paruh kedua musim.

Van Nistelrooy telah menyatakan terbuka untuk tawaran yang datang saat jendela transfer pemain kembali di Tahun Baru. Mantan pemain Manchester United ini ingin dapat sering bermain di dalam tim guna membuka peluang memperkuat Belanda di Piala Dunia 2010.

Peluang Van Nistelrooy untuk sering dimainkan di Madrid cukup berat mengingat masih ada Raul, Karim Benzema dan Gonzalo Higuain di lini serangan Los Blancos. Pindah ke Italia mungkin adalah opsi yang akan dipilih oleh pemain yang akrab dipanggil Ruudtje ini.

Agen FIFA, Mino Raiola pun mengungkapkan bahwa merumput sementara di Roma adalah kemungkinan yang cukup besar bagi Van Nistelrooy. Ia pun berpendapat bahwa tak sulit bagi Roma untuk memboyong penyerang berusia 33 tahun ini ke Olimpico.

"Van Nistelrooy memiliki ruang yang sempit di Real. Targetnya adalah Piala Dunia dan dia ingin meyakinkan pelatih Belanda untuk membawanya ke Afrika Selatan. Saat tim besar terlibat, saya tak melihat masalah dengan tansfer," ungkap Raiola seperti dilansir ESPN.

"Jika pemain setuju, pelaksanaan adalah mungkin. Akan ada gaji yang akan dibayar untuk hanya enam bulan. Meski demikian, saya tidak tahu mengenai pendapat (pelatih Claudio) Ranieri dan Roma," tukasnya. ( key / a2s )

Jumat, 13 November 2009

Totti Didorong Istri untuk Kembali


Roma - Francesco Totti mendapat tambahan satu alasan untuk mempertimbangkan diri kembali membela timnas Italia. Sang istri, Ilary Blasi, menyebut Totti layak bermain di Piala Dunia 2010.

Totti mundur dari timnas Italia pada Juli 2007. Tapi setelah mundur, tidak berarti kehidupan kapten AS Roma itu jadi tenang karena pertanyaan apakah ia akan kembali ke Azzurri sering sekali ditanyakan.

Pertanyaan, atau tepatnya dorongan, bagi Totti untuk kembali berbaju Azzurri menguat setelah penyerang 32 tahun itu mencetak 16 gol dari 12 partai di awal musim ini. Dorongan terakhir datang dari istri Totti.

"Jika saya jadi Francesco, saya akan kembali bermain bagi tim nasional," ujar Ilary dalam sebuah talkshow televisi yang dikutip Football Italia.

Tahun 2006, Totti menjadi salah satu punggawa Italia dalam memenangi Piala Dunia di Jerman. Ilary berharap Totti masih bisa bermain di Piala Dunia 2010.

"Putaran final Piala Dunia akan digelar di Afrika Selatan. Ini akan jadi perjalanan yang indah karena kami belum pernah ke sana," kata Ilary. "Franscesco adalah seorang pemain hebat dan dia layak masuk timnas."

Totti sendiri saat ini sedang menjalani penyembuhan akibat mengalami cedera lutut bulan lalu.

Rabu, 11 November 2009

Baptista Dinaungi Misteri di Roma


Roma - Semenjak Claudio Ranieri melatih AS Roma, kesempatan bermain untuk Julio Baptista menjadi sangat langka. Kenapa bisa begitu masih jadi misteri buat Baptista yang merasa oke-oke saja.

Sejauh ini Soccernet mencatat Baptista baru tampil lima kali di Seri A, seluruhnya sebagai pemain pengganti. Secara keseluruhan, baru dua kali dia mengawali pertandingan, di mana itu terjadi di ajang Europa League.

"Ini adalah sebuah masalah besar, tapi ini adalah misteri buat kami kenapa bisa jadi seperti ini," aku Herminio Menendez yang adalah agen Baptista, seperti dilansir Football Italia.

Kebingungan itu melanda kubu Baptista bukan saja karena merasa masih punya kemampuan yang bisa diandalkan di lapangan. Tapi juga karena si pemain asal Brasil tersebut termasuk salah satu pemain yang jadi favorit di mata fans.

"Julio adalah seorang pemain yang sangat bagus. Di awal musim dia tak banyak bermain karena cedera, tapi semenjak itu dia sudah pulih sehingga aku tak tahu kenapa dia tak bermain saat ini."

"Aku tak tahu (kenapa pelatih tak memainkan Baptista), mungkin ada masalah teknis," duga Menendez.

Sang agen juga angkat bahu mengenai kelanjutan karir kliennya terkait dengan minimnya kesempatan bermain saat ini, terlebih bursa transfer musim dingin sudah di depan mata.

"Keputusan ini hanya bisa dibuat Roma dan tergantung mereka untuk mengatakan apa Julio ada dalam rencana mereka. Saya hanya bisa bilang bahwa saya pikir dia takkan meninggalkan Roma bulan Januari karena dia ingin tetap di sini," tandas Menendez.

======
My Comment

Rosela Sensi, tolonglah jangan lagi kecewakan pemain bintang As.Roma, cukup Liudovic Giuly yang merasa dirinya dicampakkan As.Roma

Senin, 09 November 2009

Roma Tolak Lepas Duo Brasil

Roma - AS Roma tidak bersedia melepas Doni dan Juan untuk memperkuat timnas Brasil yang akan melakukan laga uji coba. Roma menegaskan bahwa kedua pemain Brasil ini sedang tidak fit.

Doni dan Juan absen saat Il Lupo menahan imbang Inter Milan 1-1 di Giuseppe Meazza, Senin (9/11/2009) dinihari WIB. Kiper Roma ini mengalami cedera paha, sedangkan Juan mengalami masalah pada betisnya.

Meski demikian, pelatih Brasil Dunga telah memanggil kedua pemain tersebut masuk dalam skuadnya guna melakukan ujicoba melawan Inggris dan Oman. Sedangkan pihak Roma pun keberatan untuk melepas dua pemainnya tersebut.

"Doni dan Juan akan tetap berada di Roma untuk mendapatkan perawatan, Brasil hanya melakukan pertandingan ujicoba dan peraturan memperbolehkannya," ungkap Direktur Olahraga Roma Gianpaolo Montali seperti dilansir Reuters.

"Kami telah mengirimkan faks kepada Federasi Sepakbola Brasil dengan semua dokumentasi yang diperlukan. Jika dokter tim Brasil ini memeriksanya kondisi pemain, mereka bisa datang ke Roma dan melihatnya," kata Montali.

Brasil dan Inggris, yang keduanya telah meraih tiket ke putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, akan saling bertemu di Doha, Sabtu (14/11/2009). Tiga hari kemudian Brasil akan menghadapi Oman di Muscat.

Totti: Roma adalah Masalah Hati


Roma - Francesco Totti mengatakan bahwa selama ini dia menerima sejumlah tawaran dari tim-tim besar lain di Eropa. Keputusannya bertahan di AS Roma adalah masalah hati.

Tak salah bila julukan Pangeran Roma disematkan kepada Totti. Pemain kelahiran 27 September 1976 ini memulai karirnya sebagai pemain muda di Il Lupi pada tahun 1989.

Tiga tahun berselang Totti naik ke tim senior. Hingga kini ia telah mencatat 426 kali penampilan di liga domestik dan mencetak 184 gol.

Dalam perjalanan waktu Totti bukannya tak mendapat godaan dari tim-tim besar. Seperti diberitakan Football-Italia, Real Madrid adalah salah satu tim yang ingin memboyong pemain berjuluk Il Principle itu.

Namun Totti lebih memilih tetap bersama 'Serigala Roma'. Pertengahan tahun ini ia meneken perpanjangan kontrak berdurasi lima tahun. Tidak ada kenaikan gaji yang bakal diterima suami dari Ilary Blasi itu. Sebaliknya Totti bahkan harus rela gajinya dipotong 15 persen.

"Saya tak pernah menyesal memutuskan untuk tetap tinggal di Roma. Keputusan ini merupakan masalah hati. Inilah nilai-nilai yang saya anut sejak lahir hingga meninggal dunia nanti," demikian tukas Totti mengenai kesetiannya.

Totti kini tengah membicarakan kemungkinan kontrak baru selama lima musim lagi. Jadi El Purpone akan berada di Roma hingga 2019.

"Pembicaraan soal kontrak itu akan segera diselesaikan," ujarnya.
( nar / arp )

Perrotta: Seri Hasil yang Adil


Milan - AS Roma sudah cukup senang bisa membawa satu poin dari Giuseppe Meazza. Bagi gelandang Roma, Simone Perrotta, hasil imbang tersebut adalah hasil yang adil melawan juara bertahan.

Pada pertandingan di Giuseppe Meazza, Senin (9/11/2009) dinihari, Roma sempat memimpin lebih dulu lewat gol Mirko Vucinic. Namun Samuel Eto'o membuat kedudukan menjadi imbang 1-1.

Hasil tersebut memang tidak mempengaruhi posisi Inter di puncak kalsemen. Sedangkan Roma masih terus memperbaiki posisinya untuk naik dari posisinya di papan tengah klasemen Seri A

Namun hasil seri tersebut tetap disambut baik oleh pihak Roma. "Kami berkonsentrasi sangat keras dan imbang adalah hasil yang adil," ungkap Perrotta seperti dilansir Roma Channel.

"Kami melihat malam ini, seperti (pelatih Inter Jose) Mourinho mengatakan, bahwa perbedaan di antara kedua tim tidak berarti. Masih ada waktu bagi kami untuk menaiki klasemen," kata pemain internasional Italia.

Meski demikian, Roma harus kehilangan pemainnya yaitu Daniele De Rossi yang mengalami retak pada tulang pipinya dalam laga tersebut. De Rossi pun harus menjalani operasi karena cederanya tersebut.

"Ini sangat disayangkan bahwa kami harus terus melanjutkan masalah cedera (De Rossi). Tapi tim telah menunjukkan karakter dan tanda-tanda positif karena itu berusaha memainkan bola," ungkap Perrotta.

( key / din )

Roma Sandungan Inter di Meazza


Milan - Inter Milan boleh saja perkasa dalam beberapa pertandingan terakhir. Namun I Nerazzurri selalu kesulitan saat menjamu salah satu rivalnya di Seri A, AS Roma.

Sebelum menjamu Roma, Senin (9/11/2009), Inter meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Namun pimpinan klasemen Seri A ini akhirnya harus meraih satu poin setelah ditahan oleh Roma 1-1.

Ini semakin menambah daftar bahwa I Nerazzurri selalu kesulitan untuk meraih kemenangan jika menjamu Roma. Bahkan pada pertandingan tersebut Roma sempat unggul lebih dulu lewat gol Mirko Vucinic.

Namun, gol Samuel Eto'o di menit ke-48 akhirnya menyelamatkan Inter dari kekalahan. Sebagai catatan, kemenangan terakhir 'La Beneamata' atas Roma di Giuseppe Meazza terjadi pada 13 Februari 2005 silam.

Hasil imbang tersebut tentu saja mengecewakan pihak Inter. "Saya tidak tahu apakah hasil imbang tersebut adil bagi kami malam ini," ungkap kapten Inter, Javier Zanetti seperti dilansir ESPN.

"Setelah gol mereka, kami mendapatkan permainan kami dan mencoba mengejutkan lawan kami di setiap kesempatan yang kami punya. Mungkin ada yang salah dari kami, tapi ini bisa terjadi jika Anda untuk memimpin," ujarnya.

Enam pertemuan terakhir Inter kontra Roma di Meazza dalam laga Seri A:

Inter Milan vs AS Roma 1:1 08.11.2009
Inter Milan vs AS Roma 3:3 02.03.2009
Inter Milan vs AS Roma 1:1 28.02.2008
Inter Milan vs AS Roma 1:3 18.04.2007
Inter Milan vs AS Roma 2:3 27.10.2005
Inter Milan vs AS Roma 2:0 13.02.2005
( key / din )

====

My Comment

Detiksport, jangan lupa donk Score 6-2 di Super Coppa!!!

Ranieri Serang Balik Mourinho dan Inter


Milan - Pelatih AS Roma Claudio Ranieri membalas kritik allenatore Inter Milan Jose Mourinho terhadapnya. The Tinkerman menuding Inter main kasar. Ia juga menyindir kebuntuan barisan depan La Beneamata.

Inter dan Roma berbagi angka usai mengakhiri laga dengan skor 1-1 dalam laga yang berlangsung Senin (9/11/2009) dinihari WIB.

Setelah laga tersebut Mourinho menuding bahwa Roma memainkan sepakbola negatif. Ranieri selanjutnya balik menyindir The Special One.

"Dengan pilihan striker yang dia miliki, ternyata mereka melepas tembakan lebih sedikit dari yang kami lakukan," seru Ranieri seperti dikutip dari Football-Italia.

"Jika serangan pertama yang kami lancarkan berhasil, maka sekarang dia bakal menangis. Inter menghujani kami dengan serangan, tapi sangat sedikit memberikan ancaman," lanjut suksesor Luciano Spalletti itu.

Ranieri pun menuding Inter bermain kasar. Fakta yang digunakan pelatih berjuluk The Tinkerman itu adalah cedera patah tulang pipi yang dialami Daniele De Rossi akibat benturan dengan Patrick Vieira di pertengahan babak pertama. Selanjutnya De Rossi harus ditarik keluar.

"Terima kasih untuk Patrick Vieira. Akibatnya De Rossi harus dioperasi untuk pemulihan cedera. Vieira selalu meloncat dengan siku yang naik. Di liga Inggris, tindakan seperti itu jelas kartu merah."

"Saya senang permainan yang mengandalkan fisik. Namun ketika kami bermain di sini di kesempatan selanjutnya, kami sepertinya perlu mengenakan baju zirah," tuntas pelatih berusia 58 tahun tersebut. ( nar / arp )

====

My Comment

Setiap Lawan Inter, As. Roma selalu dicurangi!!!

'Roma Bermain Negatif!'


Milan - Pelatih Inter Milan Jose Mourinho tak terlalu gembira menyusul hasil imbang yang didapat ketika menghadapi AS Roma. Ia menuding lawan bermain negatif.

Inter berbagi angka 1-1 dengan AS Roma dalam laga yang berlangsung Senin (9/11/2009) dinihari WIB.

Tambahan satu poin makin memantapkan posisi La Beneamata di puncak klasemen sementara Seri A. Dengan poin 29 Javier Zanetti dkk. unggul lima poin atas peringkat kedua Juventus.

Kemenangan ini juga merupakan ke-150 kali-nya Inter tak terkalahkan ketika tampil di Giuseppe Meazza di kancah Seri A.

Meski begitu hasil pertandingan ini tak membuat Mourinho puas. Bahkan pelatih asal Portugal ini mengaku kecewa.

"Tidak ada hiburan sama sekali. Saya tahu tentang catatan rekor kemenangan itu karena ada yang memberitahu. Namun itu merupakan rekor yang dibuat sejak lama. Jadi mau 150 atau 151 juga tak ada bedanya," ujar Mourinho dilansir dari Football-Italia.

Pelatih berjuluk The Special One itu menuding Roma bermain negatif. Mourinho tidak peduli bahwa penampilan Roma juga dipengaruhi masalah dilanda masalah cedera pemain dan baru saja bermain di kompetisi Liga Europa pada tengah pekan.

"Itu bukan urusan saya. Mereka bermain sehari setelah kami tampil di Eropa. Namun mereka tampil di kompetisi yang memiliki tempo, intensitas dan tekanan psikologis," ujarnya.

"Mereka bermain di Roma dan tidak pergi ke mana-mana. Mereka juga tak menjalani laga penentu. Beda dengan kami yang menjalani partai layaknya hidup-mati," tambah suksesor Roberto Mancini itu.

Mourinho memang bisa menerima dengan hasil akhir antara Il Biscione kontra Il Lupi. "Namun yang mengecewakan adalah bagaimana laga ini berjalan. Jika ada yang hari ini pulang dengan kegembiraan atas apa yang diraih, itu karena mereka adalah orang-orang yang tak punya ambisi," tuntasnya.
( nar / krs )

=========
My Comment

Apa Mau mu wahai Mister Mou??? selalu cari masalah!

Inter dan As. Roma Imbang

Milan - Inter Milan gagal menjauh di puncak klasemen Seri A setelah pada laga di Giueseppe Meazza, Senin (9/11/2009) dinihari WIB, Il Nerazzurri ditahan imbang oleh AS Roma dengan skor 1-1.

Laga berjalan sangat seru untuk kedua tim, baik Inter maupun Roma sama-sama melancarkan serangan meskipun Inter relatif lebih dominan.Roma unggul dulu di babak pertama lewat gol Mirko Vucinic. Di babak kedua Samuel Eto'o mencetak gol yang menyamakan kedudukan.

Raihan satu poin ini tetap menempatkan La Beneamata di pucuk tertinggi musim ini dengan 29 poin, selisih lima poin dari Juventus yang berada di bawahnya. Untuk Il Lupi, poin berharga itu mengangkat posisi mereka naik satu peringkat ke tangga ke-13 dengan 15 poin dari 12 laga yang telah dijalani.

Hasil ini juga menambah rekor Inter yang tidak bisa mengalahkan Pasukan Serigala Ibukota itu bila berlaga di Milan selama tiga musim terakhir. Pada dua musim sebelumnya, Inter bisa hanya mampu bermain sama kuat 1-1 dan 3-3.

Jalannya pertandingan


Inter mendapat ancaman di menit ke-3 lewat Mirko Vucinic. Lolos jebakan dari offside usai mendapat umpan terobosan dari Danielle De Rossi, Vucinic berlari menuju kotak penalti dan berhasil mengecoh Julio Cesar. Beruntung, Lucio segera mengamankan bola yang berada di kaki Vucinic dan selamatlah gawang Inter.

Sepuluh menit berselang, Vucinic membayar kesalahannya dengan mencetak gol pembuka di laga ini. Menerima crossing Marco Motta, Vucinic yang memenangi duel udara dengan Lucio sukses menanduk bola untuk merobek jala Cesar, 1-0 Roma memimpin.

Di menit ke-18, Diego Milito punya kesempatan untuk menyamakan skor. Duel satu lawan satu dengan bek Roma mampu dimenanginya, namun tendangan kaki kanan Milito di dalam kotak penalti masih tak mampu menaklukkan Julio Sergio di bawah mistar Roma.

Kesalahan Philipe Mexes dalam melakukan backpass di menit ke-26 hampir saja merugikan Roma. Untung Sergio dapat men-tip bola dan Dejan Stankovic yang berada di dekatnya tak mampu memanfaatkan bola rebound untuk dijadikan gol.

Roma nyaris saja menggandakan keunggulannya di menit ke-35 andai saja sepakan bebas John Arne Riise di luar kotak penalti tak mampu ditepisnya dengan baik.

Di menit ke-37 Sulley Muntari punya peluang lewat sebuah crossing tajam ke kotak penalti yang masih dapat diamankan dengan baik oleh Sergio. Sebuah sepakan kaki kiri keras Thiago Motta tiga menit setelahnya dari luar kotak penalti masih tepat mengarah ke pelukan Sergio.

Memasuki babak kedua, Jose Mourinho yang merasa permainan Inter kurang berkembang di paruh pertama memasukkan Wesley Sneijder untuk menggantikan Muntari dan Mario Balotelli untuk Patrick Vieira.

Dua menit babak kedua berjalan Inter akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Berawal dari kemelut di depan kotak penalti Roma, bola pun mengarah ke Motta ke yang lantas mengumpan ke Samuel Eto'o di kotak penalti. Dengan sekali memutar badan, penyerang Kamerun itu melepaskan tendangan kaki kiri yang merobek jala Sergio.

Roma menekan di menit ke-62. Vucinic yang menerima bola di depan kotak penalti Inter, menempatkan bola ke arah Jeremy Menez. Nama terakhir pun langsung melepaskan tembakan first time yang memaksa Cesar menepisnya dengan susah payah.

Stefan Okaka sempat membuat jantung Interisti berdebar di menit ke-69 lewat aksi solo run melewati beberapa pemain Inter. Untung sepakan pemain muda Roma itu masih melayang di atas mistar gawang Cesar.

Pada menit ke-84 Inter mengancam gawang Roma lewat sepakan Mario Balotelli yang masih jauh dari sasaran. Hingga berakhirnya laga papan skor pun tetap bertahan di angka 1-1.

Susunan pemain:

Inter: Cesar, Maicon, Lucio, Samuel, Zanetti, Vieira (Balotelli 45'), Muntari (Sneijder 45'), Motta (Cambiasso 63'), Stankovic, Milito, Eto'o

Roma: Sergio, Andreolli, Mexes, Marco Motta, Riise, De Rossi (Faty 36'), Perotta, Pizarro, Brighi, Vucinic (Okaka 67'), Menez (Tonetto 75') ( mrp / nar )

Jumat, 06 November 2009

Optimisme Roma Usai Menang di Laga Eropa


Jelang Inter vs Roma

Roma - AS Roma baru saja meraih kemenangan di Europa League. Itu menjadi modal tersendiri untuk kembali menahan atau bahkan menyandung Inter Milan di Giuseppe Meazza pada akhir pekan.

Dalam laga matchday 4 Europa League, Jumat (6/11/2009) dinihari WIB, Roma memetik tiga angka saat menjamu Fulham. Ketinggalan duluan, 'Serigala' Seri A itu berbalik menang 2-1.

Kemenangan dengan cara seperti itu rupanya sudah cukup memberikan semangat ekstra menghadapi Inter yang sedang memuncaki klasemen seri A, Minggu (8/11/2009). Roma sendiri ada di posisi 14 dengan 14 poin tertinggal dari Inter.

"Kemenangan ini memberikan kami kepercayaan diri dan keyakinan atas kemampuan kami sendiri," tegas allenatore Roma Claudio Ranieri di Football Italia.

"Inter memang kuat, mereka memainkan partai luar biasa lawan Dinamo Kiev (dalam laga Liga Champions) dan layak dapat rasa hormat dari kami," imbuh Ranieri yang mau tidak mau mengakui solidnya lawan nanti.

Jika menilik performa, Inter yang dalam lima partai terakhir selalu sukses menyapu kemenangan jelas akan sulit diredam Roma yang kalah tiga kali dalam lima partai terakhirnya.

Akan tetapi, catatan masa lalu juga membuktikan bahwa Inter selalu kesulitan menang saat menjamu Roma di Seri A. Kemenangan terakhir 'La Beneamata' atas Roma di Giuseppe Meazza terjadi pada 13 Februari 2002 silam.

Lima partai terakhir Seri A:
Inter (M M M M M); Roma (M K K K M)

Lima pertemuan terakhir Inter kontra Roma di Meazza dalam laga Seri A:
Inter Milan vs AS Roma 3:3 02.03.2009
Inter Milan vs AS Roma 1:1 28.02.2008
Inter Milan vs AS Roma 1:3 18.04.2007
Inter Milan vs AS Roma 2:3 27.10.2005
Inter Milan vs AS Roma 2:0 13.02.2005

Senin, 02 November 2009

Ranieri Kecewa pada Romanisti


Roma - Pelatih AS Roma Claudio Ranieri mengaku kecewa dengan sikap suporter yang masih mengecam timnya. Ranieri berharap Romanisti bisa menunjukkan apresiasi yang lebih besar terhadap Il Lupi.

Roma mengakhiri rentetan kekalahan yang mereka dapat dalam tiga laga terakhir. Dalam partai yang digelar Minggu (1/11/2009) malam WIB Serigala Ibukota mengatasi Bologna 2-1.

Meski menang, ada kekecewaan yang diutarakan Ranieri. Kekecewaan ini terkait dengan sikap Romanisti yang menurutnya kurang memberikan apresiasi.

Seperti diberitakan Football-Italia, suporter Roma justru mencibir para pemain Giallorossi ketika melakukan pemanasan. Di lima menit pertama bahkan suporter memilih untuk diam, tidak memberikan dukungan sama sekali.

"Suporter membuat spanduk yang isinya mengatakan kita telah mati, mencibir Mirko Vucinic meski dia mencetak gol. Namun selanjutnya mereka bertepuk tangan di menit akhir ketika Vucinic berlari sepanjang 30 meter untuk membantu pertahanan," kata Ranieri.

"Mereka seharusnya paham bahwa di tim ini segala sesuatunya tengah berjalan dengan kurang baik. Mereka juga tidak bisa memaksa Vucinic dan Jeremy Menez, dua pemain yang hari ini tampil bagus, terus bermain dalam peak performance," lanjut suksesor Luciano Spalletti itu.

Ranieri menegaskan anak buahnya tidak terganggu dengan sikap suporter ini. Untuk ke depannya, allenatore berjuluk The Tinkerman itu berharap Romanisti bisa memberikan apresiasi kepada timnya.

"Kami berusaha keras, namun di Italia hasil akhir adalah hal utama. Hari ini orang akan berkata bahwa kami telah berjuang karena kami menang. Namun faktnya kami selalu mengerahkan tenaga semaksimal mungkin ketika melawan AC Milan, Livorno, dan Udinese, meski saat itu kami gagal mendapat poin," seru Ranieri.

"Meski suporter menganggap apa yang sedang dialami tim ini lebih buruk dari kenyataannya, kami tak boleh terpengaruh dengan hal itu. Saya tidak mau menjanjikan apa-apa, tetapi dengan melihat penampilan tim sejauh ini saya optimistis bisa finis di zona Liga Champions," tuntasnya.
( nar / arp )

Roma & Fiorentina Akhiri Hasil Buruk


Roma - AS Roma dan Fiorentina mengakhiri rentetan hasil buruk yang mereka raih di Seri A dalam beberapa pekan terakhir. Di giornata 11, Il Lupi dan I Viola meraih kemenangan.

Roma menjamu Bologna dalam laga yang berlangsung Minggu (1/11/2009) malam WIB. Publik di Stadion Olimpico terbungkam usai Bologna unggul terlebih dahulu di menit ke-32 melalui Martins Adailton.

Roma merespon tiga menit berselang lewat sepakan Mirko Vucinic yang memanfaatkan situasi set piece.

Il Lupi berbalik unggul 2-1 di menit ke-52 melalui Simone Perotta. Skor ini tak berubah hingga laga ditutup.

Ini merupakan kemenangan pertama Roma di Seri A setelah dalam tiga laga sebelumnya kalah. Hasil positif ini masih belum menjauhkan posisi asal ibukota Italia ini dari papan bawah. Tim besutan Claudio Ranieri masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan poin 14.

Fiorentina Bekuk Catania

Menjamu Catania, Fiorentina unggul cepat lewat gol Marco Marchionni di menit keempat yang meneruskan umpan Juan Vargas.

Sial bagi Fiorentina karena harus bermain dengan sepuluh orang usai Dario Danielli kena kartu merah di menit ke-45. Kondisi ini dimanfaatkan tim tamu untuk mencetak gol penyama tiga menit selepas restart melalui kaki Giuseppe Mascara.

Memasuki menit ke-59 giliran Catania yang kehilangan pemain karena Ciro Capuano menerima kartu kuning kedua di menit ke-59.

Dalam kondisi sepuluh lawan sepuluh, I Viola kembali memimpin 2-1 lewat gol kedua Marco Marchionni di menit ke-69.

Alberto Gilardino mengunci kemenangan pasukan Ungu berkat golnya di menit ke-86. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.

Kemenangan ini merupakan yang pertama yang diraih pasukan Cesare Prandelli setelah terakhir kali mereka mendapatkannya akhir September silam. Ketika itu Fiorentina menekuk Livorno.

Dengan tambahan tiga poin Fiorentina kini ada di posisi kelima klasemen sementara dengan poin 18, tertinggal satu poin dari peringkat keempat AC Milan.

Sampdoria Gagal Kudeta Juve


Sementara itu Sampdoria gagal memanfaatkan kekalahan yang diderita Juventus. Andai bisa menang ketika menghadapi Bari, maka Il Samp bisa naik ke peringkat kedua.

Namun Antonio Cassano dkk. harus puas dengan skor imbang tanpa gol. Hasil ini membuat mereka tetap di peringkat ketiga klasemen sementara dengan poin 21, sama dengan yang dimiliki Juve. Namun Bianconeri memiliki head to head lebih baik dengan Sampdoria.

Hasil Liga Italia, Minggu (1/11/2009) malam WIB

AS Roma 2 - 1 Bologna
Cagliari 3 - 0 Atalanta
Chievo 1 - 1 Udinese
Fiorentina 3 - 1 Catania
Livorno 0 - 2 Inter Milan
Sampdoria 0 - 0 Bari
Siena 1 - 1 Lazio
( nar / krs )