Benvenuto nel Sito Ufficiale dell'a Indonesia AS ROMA Club

Photobucket As.Roma

Senin, 21 September 2009

Totti Inspirasi Kemenangan Roma


Roma - AS Roma sukses menaklukkan Fiorentina 3-1. Sang kapten Francecso Totti menjadi inspirasi kemenangan Il Lupi dengan mencetak dua gol dan satu asists.

Kemenangan ini membuat posisi Roma mulai merangkak naik ke peringkat ke-11 dengan enam poin. Ini juga adalah kemenangan kedua Roma di tangan pelatih barunya, Claudio Ranieri.

Pada laga di Olimpico, Senin (21/9/2009)dinihari, Totti mencetak gol pembuka di menit ke-27. Gol itu dicetak dari titik penalti setelah Mirko Vucinic dijatuhkan pemain lawan.

Tak beberapa lama kemudian, Totti berhasil mencetak gol dari jarak lima meter. Namun gol tersebut dianulir karena wasit melihat Il Capitano Roma ini lebih dulu off side.

Meski demikian, gol Totti di menit ke-32 tidak terbantahkan lagi. Totti yang tidak terjaga di kotak penalti sukses melepaskan tendangan keras ke dalam gawang Fiorentina.

Pada menit ke-41, Daniele De Rossi memperbesar kemenangan Roma menjadi 3-0. De Rossi sukses menyelesaikan umpan crossing cantik yang dilepaskan oleh Totti dengan sundulannya.

Sementara Fiorentina sempat memberikan perlawanan di akhir pertandingan. Pada menit ke-84, Alberto Gilardino mencetak gol ke gawang Roma setelah Perrotta gagal membuang bola liar.

Susunan Pemain :

Roma: Julio Sergio; Cassetti, Burdisso, Juan (Mexes 76), Riise; Taddei, De Rossi, Pizarro (Faty 69), Perrotta; Totti, Vucinic (Okaka 58)

Fiorentina: Frey; Comotto, Gamberini, Dainelli, Pasqual; Zanetti, Montolivo (Donadel 68); Santana (Jorgensen 61), Mutu (Jovetic 61), Marchionni; Gilardino

Kamis, 17 September 2009

Semangat Tinggi Roma Hadapi Basel


Roma - Semangat AS Roma untuk menghadapi FC Basel di Piala UEFA cukup tinggi. Daniele De Rossi pun menegaskan setiap pemain Roma harus bisa meraih kemenangan di setiap kompetisi.

Roma akan bertandang ke St Jakob Park guna menghadapi Basel pada Jumat (18/9/2009) dinihari WIB. Kemenangan atas Siena akhir pekan kemarin membuat Giallorossi menjadi lebih percaya diri menghadapi wakil dari Swiss ini.

Gelandang Roma De Rossi pun mengakui bahwa skuadnya akan bermain dengan baik di pentas Eropa ini. "Setiap pemain berkostum Roma pantas bermain terhormat di setiap kompetisi," ungkapnya seperti dilansir ESPN.

"Target kami adalah bisa kembali berlaga di pentas Liga Champions. Namun sekarang kami ingin melakukan yang terbaik di turnamen ini," kata pemain internasional Italia.

Pelatih baru Roma, Claudio Ranieri juga sangat setuju dengan pernyataan pemainnya itu. Ia pun bertekad membawa skuanya meraih hasil yang baik di setiap kompetisi, termasuk di Piala UEFA nanti malam.

"Seperti kata (Daniele) De Rossi, siapa yang bermain dengan kostum Roma harus memberikan segalanya. Saya juga punya target di turnamen ini dan juga Liga, kami ingin melakukannya dengan baik di setiap kompetisi," tegas Ranieri.

Ranieri mengawali karirnya dengan baik bersama Roma. Pelatih berusia 58 tahun ini sukses membawa Il Lupo meraih kemenangan atas Siena di pertandingan pertamanya membesut Francesco Totti cs.
( key / arp )

Minggu, 13 September 2009

Ranieri Memang 'Tukang' Jempolan


Siena - Saat masih di Chelsea, Claudio Ranieri mendapatkan julukan The Tinkerman yang berarti tukang patri. Kemampuannya untuk 'menambal' yang bolong-bolong ia buktikan di AS Roma.

Di pertandingan pertamanya membesut Francesco Totti dkk, Ranieri sukses membawa klub ibukota Italia itu menundukkan Siena 2-1. Kemenangan yang melegakan karena Roma sudah nir kemenangan di dua laga awal.

Massimo Maccarone membuat girang Stadion Artemio Franchi dengan gol yang membawa Siena memimpin. Tapi sepasang gol dari dua bek Roma, Philippe Mexes dan John Arne Riise membuat Ranieri tersenyum.

"Siena sangat terorganisir. Mereka bagus di serangan balik dan penampilan Maccarone benar-benar inspiratif," komentar Ranieri seusai pertandingan seperti dikutip Football Italia.

Ranieri terpilih sebagai allenatore Roma kurang dari dua pekan lalu untuk mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Luciano Spalletti yang memilih mengundurkan diri pasca dua hasil buruk Giallorossi.

Kemampuan Ranieri yang menghiasi curiculum vitae-nya dengan jejak kepelatihan di Juventus, Valencia dan Chelsea untuk mengangkat Roma sudah terbukti di pertandingan pertamanya. Konsistensi adalah pekerjaan rumah berikut buatnya.

Roma yang kekuatannya tidak bertambah akibat minimnya pembelian signifikan ternyata berhasil dipacu Ranieri bermain total hingga detik-detik akhir. Hal yang diperlihatkan dengan gol kemenangan yang lahir di menit 89.

"Meski kami memang sedikit tegang dan takut, kami menjaga kepercayaan diri kami dan tegak berdiri lagi. Ini debut yang emosional. Yang penting adalah menang," imbuh pelatih 58 tahun itu.

"Para pemain frustrasi terus menerus dikritik. Tetapi anak-anak memang harus mengubah perilakunya. Saya punya kredo taktik sendiri dan mereka harus tahu ini yang saya mau dari mereka. Saya beda dengan Spalletti," kata Ranieri tegas.

Gol Riise Tekuk 10 Pemain Siena


Siena - AS Roma harus menunggu hingga menit ke-89 untuk menundukkan Siena yang bermain dengan 10 orang sejak babak kedua. Adalah bek John Arne Riise yang membuat Giallorossi unggul 2-1.

Bermain di kandang sendiri, Stadion Artemio Franchi, Minggu (13/9/2009), Siena unggul lebih dulu lewat gol Massimo Maccarone. Philippe Mexes lantas membuat skor imbang 1-1 sebelum Riise beraksi.

Kemenangan ini menandai debut manis pelatih baru Roma, Claudio Ranieri. Pelatih berjuluk The Tinkerman itu baru menangani Roma kurang dari dua pekan pasca pengunduran diri Luciano Spalletti.

Posisi Roma yang kalah di dua pertandingan pertama pun terkatrol. Francesco Totti cs kini bertengger di peringkat 13 Seri A dengan nilai 3. Sedangkan Siena berada dua spot di atas Roma.

Jalannya pertandingan
Siena memetik hasil dari penampilan mereka yang bersemangat di menit 26. Mendapat umpan dari Emmanuel Calaio, Maccarone menggenjot bola dengan kaki kiri yang tak sanggup ditahan Julio Sergio dan mengubah skor jadi 1-0.

Setengah jam pertandingan berlangsung, Roma hampir membalas melalui kaki David Pizarro. Tendangan pemain asal Cile itu dari luar kotak penalti meleset tipis di kiri gawang Siena.

Tujuh menit kemudian, giliran assist Pizarro yang membuka peluang bagi Julio Baptista. Mirip dengan tendangan Pizarro, sepakan Baptista juga tak menemui sasaran karena melebar di kanan.

Semenit babak kedua berjalan, Siena nyaris saja menambah keunggulan. Sebuah umpan yang dikirim Fabio Del Grosso dari sayap kiri ditanduk Calaio dari jarak dekat, tetapi bola melambung tinggi.

Siena tak berdiam diri melihat pertahanannya ditekan. Di menit 69, umpan Paul Codrea kepada Abdel Kader Ghezzal dilanjutkan dengan tendangan terarah, tetapi kiper Julio Sergio sigap mengamankan si kulit bundar.

Di menit 73, Roma akhirnya bisa menyamakan kedudukan jadi 1-1. Umpan Pizarro diteruskan Totti kepada Mexes yang langsung menendang. Kiper Gianluca Curci coba melompat ke kanan tetapi bola tetap meluncur masuk gawangnya.

Siena dipaksa bermain dengan 10 orang sejak menit 78. Codrea menjadi pesakitan setelah pelanggarannya terhadap Totti berbuah kartu kuning kedua dan ia pun harus meninggalkan lapangan.

Semenit menjelang pertandingan berakhir, Roma memetik gol kemenangan berkat upaya Riise. Pemain yang baru masuk di babak kedua itu mengeksekusi tendangan bebas dengan sangat baik dan gol kemenangan Roma pun tercipta.

Tak berapa lama kemudian, wasit meniup peluit panjang dan Roma pun berhak atas kemenangan perdananya musim ini.

Susunan pemain
Siena: Curci; Terzi, Brandao, Ficagna, Del Grosso; Vergassola, Codrea, Ghezzal (Jajalo 80), Fini; Maccarone (Reginaldo 72), Calaio (Jarolim 66)

Roma: Sergio; Cassetti, Juan (Riise 61), Mexes, Burdisso; Brighi (Baptista 16) (Vucinic 71), De Rossi; Perrotta, Pizarro, Taddei; Totti
( arp / krs )


Jumat, 11 September 2009

Ruudtje Kuak Kans ke Roma

Madrid - Ruud van Nistelrooy saat ini masih bertahan di Real Madrid. Itu mungkin hanya akan sampai tengah musim nanti dan dia pun akan menyeberang ke AS Roma.

Musim panas ini Nistelrooy sebenarnya sudah menampik tawaran Roma untuk membela klub Seri A tersebut. Si pemain Belanda mengaku kurang tergugah dengan tawaran 'Giallorossi'.

Memilih tetap bertahan di Santiago Bernabeu, sangat mungkin persaingan buatnya akan sangat ketat seiring dengan datangnya Karim Benzema. Olah karena itulah Nistelrooy pun kini membuka lagi peluang hijrah musim dingin nanti.

"Jika saya terus ditepikan, saya akan mencari pilihan lain. Roma menginginkan saya dan minat itu bisa bertahan sampai Januari nanti," aku Nistelrooy di Football Italia.

Boleh jadi bukan hanya Nistelrooy saja yang akan hijrah dari Madrid ke Roma. Dilaporkan Corriere dello Sport, pekan ini Presiden Madrid Florentino Perez sudah berhubungan via telepon dengan bos Roma Rosella Sensi untuk mewujudkan hal tersebut.

Perez disebutkan kesediaannya untuk meminjamkan Nistelrooy, Rafael van der Vaart dan Christoph Metzelder pertengahan musim ini. Namun, belum ketahuan bagaimana reaksi Claudio Ranieri yang baru menggantikan Luciano Spalletti di Roma. Jika Ranieri tak sreg dengan pemain yang ditawarkan, bagaimana? ( krs / din )

Januari, Nistelrooy Siap ke Roma


INILAH.COM, Madrid – Ruud van Nistelrooy tampaknya tidak ingin nasibnya di Real Madrid terkatung-katung. Nistelrooy mengultimatum pelatih Manuel Pellegrini untuk memainkannya. Jika tidak, Rudtje akan hengkang ke AS Roma.


Nistelrooy telah pulih dari cedera panjang dan siap tempur membela Madrid musim ini. Sayang, posisinya terancam setelah kedatangan Karim Benzema dari Olympique Lyon.

Nistelrooy memperingatkan Pellegrini untuk memainkannya sebagai pemain reguler. Jika tidak bermain, mantan striker Manchester United tersebut siap meninggalkan Santiago Bernabeu pada bursa transfer Januari.

Nistelrooy mengaku dirinya telah didekati oleh Roma, dan striker 33 tahun tersebut siap membuka pintu bagi Il Lupi.

“Jika Real Madrid terus meninggalkan saya, maka saya akan melihat sekitar. Roma menginginkan saya, dan mereka bisa menjadi solusi yang baik untuk Januari,” ujar Nistelrooy kepada Il Corriere Dello Sport.

Presiden Madrid Florentino Perez kabarnya telah menghubungi Presiden Roma Rosella Sensi dan membicarakan masalah Nistelrooy. Roma memang kekurangan striker tajam musim ini.[S2]

-----

My Comment:


Benvenuto Ruidtje

Totti Pernah Tolak Madrid dan Barca


INILAH.COM, Roma – Bagi Francesco Totti kesetiaan dan loyalitas mengalahkan kekuatan uang. Kapten AS Roma itu mengaku pernah menerima tawaran dari Barcelona dan Real Madrid tetapi ia menolak karena ingin meraih prestasi bersama Il Lupi.


Pangeran Roma itu baru saja memperpanjang kontraknya sepanjang lima tahun bersama klub ibukota Italia itu dengan nilai kontrak yang diduga berada di kisaran 5 juta euro atau sekitar Rp 72 miliar. Banyak yang mengritik keputusan itu, namun Totti memiliki pandangan yang berbeda.

“Saya pikir saya telah mendapatkan kontrak saya,” kata Totti kepada Sky Sport Italia.

“Itu adalah kontrak yang penting, tetapi saya tidak pernah memikirkan tentang uangnya, di sisi lain saya bisa saja pergi ke Real Madrid atau Barcelona saat mereka mengniginkan saya saat saya 26 tahun dan mendapatkan lebih dati apa yang saya dapat sekarang,” tutur Totti.

“Saya selalu menginginkan berkarir bersama klub ini. Saya mendapatkan rasa hormat dari jawaban di hati, bukan karena uang,” tukasnya.

Sementara ada beberapa sumber yang menyebutkan perpanjangan kontrak Totti baru akan disetujui minggu depan. Dengan kontrak barunya yang berdurasi lima tahun, maka kebersamaan Totti dan Roma sudah terjalin selama 25 tahun.

Sejak awal karir profesionalnya di tahun 1992, Totti memang setia pada Giallorossi. Bahkan sejak 1989 ia telah bergabung dengan tim yunior Roma setelah pindah dari klub bernama Lodigiani yang kini bernama Cisco Roma.[-]

============
My Comment

Totti,,, You are the trully Prince of As. Roma

Senin, 07 September 2009

Fans Mau Roma Dijual Saja


Roma - Minimnya dana yang dimiliki AS Roma untuk membeli pemain membuat gerah para pendukung. Sekelompok dari mereka meminta agar I Lupi dijual saja.

Seperti dilansir Reuters , sekitar 500 fans berbondong-bondong hari Sabtu (5/9/2009) mendatangi tempat latihan dan membentangkan spanduk yang berisi permintaan kepada Presiden Roma Rosella Sensi untuk menjual klub.

Bahkan dalam aksi itu diberitakan para pengunjukrasa sempat melemparkan petasan ke area latihan. Mereka baru dibubarkan beberapa jam kemudian.

Permintaan sekelompok Romanisti itu dilatarbelakangi oleh krisis finansial yang melanda Giallorossi dalam beberapa tahun terakhir. Sejak dua tahun lalu ada dua investor yang ingin mengakuisi klub tapi selalu tak tercapai deal. Seorang pengusaha yang bergerak di bidang farmasi, Francesco Angelini, adalah figur terakhir yang dikabarkan berminat mengambil alih pengelolaan tim berlogo "Serigala" itu.

Mundurnya Luciano Spalletti dari kursi kepelatihan Roma beberapa hari yang lalu juga disinyalir disebabkan karena tidak adanya cukup dana baginya untuk mendaratkan pemain baru di bursa transfer musim panas ini.

Sebelumnya Roma telah melepas salah satu bintang mereka, Alberto Aquilani ke Liverpool. Mereka hanya mendatangkan Nicolas Burdisso (pinjam), Fabio Zamblera (pinjam) Stefano Guberti (free transfer ) dan Bogdant Lobont (free transfer ).
( a2s / arp )

Rabu, 02 September 2009

Ranieri: Main Pragmatis, Roma


Roma - Apa rencana allenatore Claudio Ranieri terhadap AS Roma? Pria berjuluk The Tinkerman itu ingin membuat Il Lupi bermain lebih pragmatis dan menghindari kebobolan banyak gol.

Roma menunjuk Ranieri pada Selasa (2/9/2009) sebagai suksesor Luciano Spalletti yang mengundurkan diri. Tugas berat menanti Ranieri, sebab dua kekalahan yang diderita di dua laga pembuka Seri A membuat Il Lupi terpuruk di papan bawah klasemen sementara.

Apa yang bisa dilakukano leh The Tinkerman terhadap klub dari kota kelahirannya itu? "Roma di bawa Spalletti memperagakan permainan yang penuh gaya, filosofi saya sedikit berbeda," ujar Ranieri seperti dilansir dari AFP.

"Saya akan membawa pragmatisme untuk tim ini. Mereka membutuhkan sebuah hentakan karena mereka harus segera bereaksi dengan cepat," lanjutnya.

Menurut Ranieri, hal itu diperlukan karena para pemain sedikit kehilangan kepercayaan diri usai menerima sejumlah hasil negatif.

Lalu, formasi apa yang akan diterapkan oleh pelatih berusia 57 tahun itu? "Saya tak punya satu pola yang menjadi favorit. Di sepanjang karir, saya tidak jarang mengganti taktik," tandas eks pelatih Juventus dan Chelsea itu.

"Namun satu yang pasti, kami harus menghindari kebobolan gol lebih banyak," tutup pelatih yang sering menggunakan formasi 4-2-3-1 tersebut. ( nar / arp )

Spalletti: Good Luck, Ranieri


Roma - Luciano Spalletti mengeluarkan komentar mengenai lengsernya dia dari kursi kepelatihan AS Roma. Ia juga mendoakan keberhasilan kepada Claudio Ranieri untuk memimpin Roma.

Kabar kepergian Spalletti dari Stadion Olimpico Roma sudah berhembus sejak Senin (31/8/2009) kemarin. Kekalahan atas Genoa di pekan pertama dan tumbang saat menjamu Juventus akhir pekan kemarin menjadi alasan Spalletti turun dari kursi yang sudah dia duduki sejak tahun 2005 lalu.

Akhirnya pelatih berkepala plontos ini pun memilih untuk mengeluarkan surat pengunduran diri sebagai bentuk pertanggungjawaban. Usai melakukan pertemuan dengan petinggi klub, ia resmi meninggalkan posnya sebagai allenatore Roma.

"Saya pikir pengunduran diri saya adalah hal yang benar. Ini adalah inisiatif diri saya sendiri, beginilah saya bertanggung jawab," ungkapnya kepada Sky Sport Italia.

"Saya meninggalkan banyak kenangan dan jika harus menunjuk secara spesifik pertandingan yang saya ingat, laga melawan Chelsea dan Real Madrid selalu ada di pikiran saya."

"Saya selalu mengingat lagu yang dinyanyikan didengungkan seluruh stadion, orang-orang yang dekat dengan tim ini. Saya juga akan selalu menyanyikannya. Saya juga akan terus mengikuti perkembangan Roma di bawah arahan pelatih hebat seperti Claudio Ranieri."

Untuk nama yang disebut terakhir itu, Spalletti yakin keberhasilan akan menaunginya. "Ranieri akan baik-baik saja karena ia memiliki skuad yang bagus," tandasnya.

"Mengesampingkan fakta yang terjadi dalam dua pertandingan terakhir, dan bahwa ia adalah Romanista di kota ini, dia akan cepat beradaptasi dan tahu bahwa Giallorossi tidaklah bermain buruk."

"Dalam pandangan saya, kami tak bermain buruk melawan Genoa, sementara kita harus mengakui bahwa Juventus sangat superior selama 90 menit. Tetapi ada dua atau tiga kejadian yang bisa membuat Roma memimpin," tukas Spalletti.
( roz / din )

Pangeran Serigala Masih Cinta Spalletti


Roma - Luciano Spalletti kini sudah tidak jadi pelatih AS Roma lagi. Namun, Kapten Giallorossi ,Francesco Totti, menilai pelatih berkepala plontos itu adalah figur penting dalam karirnya dan masih ingin dilatih olehnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Spalletti sudah mengundurkan diri dari kursi kepelatihan di Roma menyusul hasil buruk klub ibukota itu di dua laga awal Seria A. Sebagai penggantinya, manajemen klub menunjuk eks pelatih Juventus, Claudio Ranieri, untuk membesut Roma hingga 2011 mendatang.

Selama melatih Roma dari tahun 2005, Spalletti berhasil mengantar Il Lupi jadi runner up Seri A tiga tahun berturut-turut (2005-08), serta memenangi satu gelar Piala Super Copa Italia (2007). Atas dasar itu, Totti menyanjung eks pembesut Udinese itu sebagai bagian sejarah dari klub maupun dirinya secara pribadi.

"Saya berterima kasih kepada Spalletti atas apa yang telah ia berikan untuk Roma dan untuk karirku juga," tukas Totti seperti yang dikutip Goal.

Totti sendiri sempat disebut-sebut sebagai biang keladi keluarnya Spalletti dari Roma. Namun, ia lantas membantahanya dengan mengutarakan kalau ia berharap sebenarnya Spalletti adalah pelatih terakhir dalam karir sepakbolanya.

"Saya berharap dan akan selalu mengatakan ini, kalau aku ingin mengakhiri karirku sebagai pemain di bawah kepelatihannya (Spalletti)," tuntas striker usia 33 tahun itu.

Perasaan kangen akan Spalletti, sebaiknya harus disimpan dalam-dalam oleh Totti, karena saat ini Totti bersama Ranieri harus segera bekerja sama dengan baik untuk menaikkan prestasi Roma yang tengah terpuruk. ( mrp / nar )

Ranieri: Roma adalah Impianku


Roma - Claudio Ranieri mengakui bahwa AS Roma merupakan tim impiannya. Kini, ketika impian itu sudah tercapai, The Tinkerman berjanji untuk memberikan yang terbaik.

Selasa (1/9/2009) malam WIB, Ranieri ditunjuk sebagai allenatore AS Roma menggantikan Luciano Spalletti yang mengundurkan diri.

"Saya merasa terhormat dan saya yakin mampu bisa memberikan yang terbaik untuk Roma dan klub ini," tukas Ranieri seperti dialnsir dari Football-Italia.

Roma memiliki kedekatan dengan pria berjuluk The Tinkerman itu. Selain dilahirkan di ibu kota Italia itu, Ranieri juga mengawali karir profesionalnya sebagai pemain AS Roma.

Meski hanya memperkuat Il Lupi tahun 1973 hingga 1974 dan tampil enam kali, namun Ranieri memiliki kesan yang mendalam dengan tim yang kini dia tukangi.

"Ini merupakan kepuasan yang luar biasa bagi saya. Ini merupakan puncak dari mimpi dari karir yang saya rintis bertahun-tahun silam," pungkas pria berusia 57 tahun tersebut.

Di hari-hari ke depan, Ranieri akan dinanti oleh tugas yang cukup berat. Pasalnya, dua kekalahan di dua laga awal Seri A membenanmkan sang Serigala ke papan bawah klasemen sementara.
( nar / mrp )

Roma Pilih Ranieri


Roma - AS Roma bergerak cepat mencari pengganti Luciano Spalletti yang mengundurkan diri. Claudio Ranieri resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Il Lupi selama dengan kontrak berdurasi dua musim.

Setelah sempat ramai dibicarakan sebelumnya, kalau Ranieri bakal menggantikan Spalletti di kursi kepelatihan Roma. Akhirnya isu terealisasikan usai pengacara Ranieri, Mattia Grassani yang membeberkan deal yang telah terjadi antara Ranieri dengan pihak manajemen klub ibukota itu.

Mengenai hitam di atas putihnya, Ranieri akan membereskannya esok, Rabu (2/9/2009) waktu setempat.

"Sudah ada persetujuan (antara Roma dan Ranieri). Besok dia (Ranieri) akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun," ucap Rassani yang dikutip Reuters, Selasa (1/9) malam WIB.

Ranieri sendiri sebelumnya melatih Juventus medio 2007 sampai 2009, dan ia dipecat ketika Seri A musim lalu menyisakan dua laga dan digantikan oleh Ciro Ferrara.

Karir pria yang dijuluki The Tinkerman itu paling lama dihabiskan di Stamford Bridge saat menangani Chelsea dari 2000 sampai 2004. Pelatih berumur 57 tahun ini pernah melatih beberapa klub Eropa dan Italia lain seperti Valencia, Fiorentina dan Parma. ( mrp / nar )

Spalletti Tinggalkan Roma


Roma - Seperti telah ramai diberitakan, Luciano Spalletti akhirnya resmi meninggalkan AS Roma. Rangkaian hasil buruk yang didapat I Lupi membuat pelatih plontos itu memilih melepaskan jabatannya.

Kabar kepergian Spalletti dari Stadion Olimpico Roma sudah berhembus sejak Senin (31/8/2009) kemarin. Kekalahan atas Genoa di pekan pertama dan tumbang saat menjamu Juventus akhir pekan kemarin menjadi alasan Spalletti turun dari kursi yang sudah dia duduki sejak tahun 2005 lalu.

"Saya sudah mengajukan pengunduran diri dan pihak klub menerimanya," ungkap Spalletti seperti diberitaka Reuters.

Tekanan pada Spalletti untuk mundur dari jabatannya semakin kuat setelah sekelompok tifosi Roma menggelar demonstrasi di depan markas klub tersebut.

Meski berhasil mengantar Francesco Totti jadi runner up Seri A tiga tahun berturut-turut (2005-08), serta memenangi satu gelar Piala Super Copa Italia (2007), dua kekalahan dari dua laga perdana sepertinya sudah cukup untuk melengserkan dia dari jabatannya.

Claudio Ranieri disebut-sebut akan menjadi pelatih baru Roma, meski hingga kini pihak klub belum mengeluarkan konfirmasi soal hal tersebut. Mantan pelatih Juventus itu sebelumnya sempat dikabarkan sudah melakukan pembicaraan dengan petinggi klub peraih tiga scudetto tersebut.