Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Benvenuto nel Sito Ufficiale dell'a Indonesia AS ROMA Club

Photobucket As.Roma

Jumat, 27 November 2009

Ramai-ramai Menyanjung Totti

Roma - Hat-trick Francesco Totti di laga comeback-nya ternyata cukup berkesan bagi banyak orang. Sejumlah pujian pun mengalir Il Capitano AS Roma itu.

Totti yang dibekap cedera lutut seusai mengantar Roma membekap Napoli lebih dari sebulan lalu menjalani laga comeback pada akhir pekan lalu saat Roma berhadapan dengan Bari Minggu (22/11/2009) waktu setempat dalam lanjutan Seri A.

Pemain berusia 33 tahun itu pun membuktikan bahwa dirinya merupakan sosok spesial bagi Giallorossi. Dia berhasil mencetak hat-trick saat Roma melipat Bari 3-1.

Selain memberi sinyal kepada dunia bahwa dirinya belum habis, aksi Totti tersebut juga mendatangkan banyak pujian dari sejumlah pihak. Mereka sepakat bahwa Totti merupakan sosok yang berbeda di banding pemain-pemain lain pada umumnya.

"Totti merupakan pemain yang luar biasa," tutur gelandang Il Lupi, Simone Perotta di ESPN Star.

Hal yang sama juga diutarakan oleh kiper Roma, Julio Sergio. Menurutnya Totti lebih hebat dari bintang-bintang yang dimiliki oleh Brasil.

"Saya pernah bermain dengan Diego, Robinho, dan Elano dan mereka tidak seperti Totti yang dapat mengubah permainan seorang diri," tandasnya.

Pernyataan senada dilontarkan mantan bintang Seri A, Giuseppe Signori yang optimistis Totti dapat mengungguli perolehan gol Roberto Baggio.

Totti saat ini mengoleksi 187 gol, menduduki urutan delapan daftar pencetak gol terbanyak di Seri , hanya tertinggal satu gol dari Signori. Sedangkan Baggio berada di posisi lima dengan 205 gol.

"Totti hanya memerlukans satu gol untuk dapat melewati saya. Jika dia dapat seperti ini terus, dia tidak hanya akan melewati saya, namun juga dapat segera menyusul Roberto Baggio," terangnya di Puntosport.net.
( din / roz )

Kamis, 19 November 2009

Van Nistelrooy Berpeluang Gabung Roma


Madrid - Ruud van Nistelrooy tak ingin hanya menjadi pemain pengganti di Real Madrid musim ini. Striker Belanda itu berpeluang bergabung dengan AS Roma sebagai pinjaman di paruh kedua musim.

Van Nistelrooy telah menyatakan terbuka untuk tawaran yang datang saat jendela transfer pemain kembali di Tahun Baru. Mantan pemain Manchester United ini ingin dapat sering bermain di dalam tim guna membuka peluang memperkuat Belanda di Piala Dunia 2010.

Peluang Van Nistelrooy untuk sering dimainkan di Madrid cukup berat mengingat masih ada Raul, Karim Benzema dan Gonzalo Higuain di lini serangan Los Blancos. Pindah ke Italia mungkin adalah opsi yang akan dipilih oleh pemain yang akrab dipanggil Ruudtje ini.

Agen FIFA, Mino Raiola pun mengungkapkan bahwa merumput sementara di Roma adalah kemungkinan yang cukup besar bagi Van Nistelrooy. Ia pun berpendapat bahwa tak sulit bagi Roma untuk memboyong penyerang berusia 33 tahun ini ke Olimpico.

"Van Nistelrooy memiliki ruang yang sempit di Real. Targetnya adalah Piala Dunia dan dia ingin meyakinkan pelatih Belanda untuk membawanya ke Afrika Selatan. Saat tim besar terlibat, saya tak melihat masalah dengan tansfer," ungkap Raiola seperti dilansir ESPN.

"Jika pemain setuju, pelaksanaan adalah mungkin. Akan ada gaji yang akan dibayar untuk hanya enam bulan. Meski demikian, saya tidak tahu mengenai pendapat (pelatih Claudio) Ranieri dan Roma," tukasnya. ( key / a2s )

Jumat, 13 November 2009

Totti Didorong Istri untuk Kembali


Roma - Francesco Totti mendapat tambahan satu alasan untuk mempertimbangkan diri kembali membela timnas Italia. Sang istri, Ilary Blasi, menyebut Totti layak bermain di Piala Dunia 2010.

Totti mundur dari timnas Italia pada Juli 2007. Tapi setelah mundur, tidak berarti kehidupan kapten AS Roma itu jadi tenang karena pertanyaan apakah ia akan kembali ke Azzurri sering sekali ditanyakan.

Pertanyaan, atau tepatnya dorongan, bagi Totti untuk kembali berbaju Azzurri menguat setelah penyerang 32 tahun itu mencetak 16 gol dari 12 partai di awal musim ini. Dorongan terakhir datang dari istri Totti.

"Jika saya jadi Francesco, saya akan kembali bermain bagi tim nasional," ujar Ilary dalam sebuah talkshow televisi yang dikutip Football Italia.

Tahun 2006, Totti menjadi salah satu punggawa Italia dalam memenangi Piala Dunia di Jerman. Ilary berharap Totti masih bisa bermain di Piala Dunia 2010.

"Putaran final Piala Dunia akan digelar di Afrika Selatan. Ini akan jadi perjalanan yang indah karena kami belum pernah ke sana," kata Ilary. "Franscesco adalah seorang pemain hebat dan dia layak masuk timnas."

Totti sendiri saat ini sedang menjalani penyembuhan akibat mengalami cedera lutut bulan lalu.

Rabu, 11 November 2009

Baptista Dinaungi Misteri di Roma


Roma - Semenjak Claudio Ranieri melatih AS Roma, kesempatan bermain untuk Julio Baptista menjadi sangat langka. Kenapa bisa begitu masih jadi misteri buat Baptista yang merasa oke-oke saja.

Sejauh ini Soccernet mencatat Baptista baru tampil lima kali di Seri A, seluruhnya sebagai pemain pengganti. Secara keseluruhan, baru dua kali dia mengawali pertandingan, di mana itu terjadi di ajang Europa League.

"Ini adalah sebuah masalah besar, tapi ini adalah misteri buat kami kenapa bisa jadi seperti ini," aku Herminio Menendez yang adalah agen Baptista, seperti dilansir Football Italia.

Kebingungan itu melanda kubu Baptista bukan saja karena merasa masih punya kemampuan yang bisa diandalkan di lapangan. Tapi juga karena si pemain asal Brasil tersebut termasuk salah satu pemain yang jadi favorit di mata fans.

"Julio adalah seorang pemain yang sangat bagus. Di awal musim dia tak banyak bermain karena cedera, tapi semenjak itu dia sudah pulih sehingga aku tak tahu kenapa dia tak bermain saat ini."

"Aku tak tahu (kenapa pelatih tak memainkan Baptista), mungkin ada masalah teknis," duga Menendez.

Sang agen juga angkat bahu mengenai kelanjutan karir kliennya terkait dengan minimnya kesempatan bermain saat ini, terlebih bursa transfer musim dingin sudah di depan mata.

"Keputusan ini hanya bisa dibuat Roma dan tergantung mereka untuk mengatakan apa Julio ada dalam rencana mereka. Saya hanya bisa bilang bahwa saya pikir dia takkan meninggalkan Roma bulan Januari karena dia ingin tetap di sini," tandas Menendez.

======
My Comment

Rosela Sensi, tolonglah jangan lagi kecewakan pemain bintang As.Roma, cukup Liudovic Giuly yang merasa dirinya dicampakkan As.Roma

Senin, 09 November 2009

Roma Tolak Lepas Duo Brasil

Roma - AS Roma tidak bersedia melepas Doni dan Juan untuk memperkuat timnas Brasil yang akan melakukan laga uji coba. Roma menegaskan bahwa kedua pemain Brasil ini sedang tidak fit.

Doni dan Juan absen saat Il Lupo menahan imbang Inter Milan 1-1 di Giuseppe Meazza, Senin (9/11/2009) dinihari WIB. Kiper Roma ini mengalami cedera paha, sedangkan Juan mengalami masalah pada betisnya.

Meski demikian, pelatih Brasil Dunga telah memanggil kedua pemain tersebut masuk dalam skuadnya guna melakukan ujicoba melawan Inggris dan Oman. Sedangkan pihak Roma pun keberatan untuk melepas dua pemainnya tersebut.

"Doni dan Juan akan tetap berada di Roma untuk mendapatkan perawatan, Brasil hanya melakukan pertandingan ujicoba dan peraturan memperbolehkannya," ungkap Direktur Olahraga Roma Gianpaolo Montali seperti dilansir Reuters.

"Kami telah mengirimkan faks kepada Federasi Sepakbola Brasil dengan semua dokumentasi yang diperlukan. Jika dokter tim Brasil ini memeriksanya kondisi pemain, mereka bisa datang ke Roma dan melihatnya," kata Montali.

Brasil dan Inggris, yang keduanya telah meraih tiket ke putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, akan saling bertemu di Doha, Sabtu (14/11/2009). Tiga hari kemudian Brasil akan menghadapi Oman di Muscat.

Totti: Roma adalah Masalah Hati


Roma - Francesco Totti mengatakan bahwa selama ini dia menerima sejumlah tawaran dari tim-tim besar lain di Eropa. Keputusannya bertahan di AS Roma adalah masalah hati.

Tak salah bila julukan Pangeran Roma disematkan kepada Totti. Pemain kelahiran 27 September 1976 ini memulai karirnya sebagai pemain muda di Il Lupi pada tahun 1989.

Tiga tahun berselang Totti naik ke tim senior. Hingga kini ia telah mencatat 426 kali penampilan di liga domestik dan mencetak 184 gol.

Dalam perjalanan waktu Totti bukannya tak mendapat godaan dari tim-tim besar. Seperti diberitakan Football-Italia, Real Madrid adalah salah satu tim yang ingin memboyong pemain berjuluk Il Principle itu.

Namun Totti lebih memilih tetap bersama 'Serigala Roma'. Pertengahan tahun ini ia meneken perpanjangan kontrak berdurasi lima tahun. Tidak ada kenaikan gaji yang bakal diterima suami dari Ilary Blasi itu. Sebaliknya Totti bahkan harus rela gajinya dipotong 15 persen.

"Saya tak pernah menyesal memutuskan untuk tetap tinggal di Roma. Keputusan ini merupakan masalah hati. Inilah nilai-nilai yang saya anut sejak lahir hingga meninggal dunia nanti," demikian tukas Totti mengenai kesetiannya.

Totti kini tengah membicarakan kemungkinan kontrak baru selama lima musim lagi. Jadi El Purpone akan berada di Roma hingga 2019.

"Pembicaraan soal kontrak itu akan segera diselesaikan," ujarnya.
( nar / arp )

Perrotta: Seri Hasil yang Adil


Milan - AS Roma sudah cukup senang bisa membawa satu poin dari Giuseppe Meazza. Bagi gelandang Roma, Simone Perrotta, hasil imbang tersebut adalah hasil yang adil melawan juara bertahan.

Pada pertandingan di Giuseppe Meazza, Senin (9/11/2009) dinihari, Roma sempat memimpin lebih dulu lewat gol Mirko Vucinic. Namun Samuel Eto'o membuat kedudukan menjadi imbang 1-1.

Hasil tersebut memang tidak mempengaruhi posisi Inter di puncak kalsemen. Sedangkan Roma masih terus memperbaiki posisinya untuk naik dari posisinya di papan tengah klasemen Seri A

Namun hasil seri tersebut tetap disambut baik oleh pihak Roma. "Kami berkonsentrasi sangat keras dan imbang adalah hasil yang adil," ungkap Perrotta seperti dilansir Roma Channel.

"Kami melihat malam ini, seperti (pelatih Inter Jose) Mourinho mengatakan, bahwa perbedaan di antara kedua tim tidak berarti. Masih ada waktu bagi kami untuk menaiki klasemen," kata pemain internasional Italia.

Meski demikian, Roma harus kehilangan pemainnya yaitu Daniele De Rossi yang mengalami retak pada tulang pipinya dalam laga tersebut. De Rossi pun harus menjalani operasi karena cederanya tersebut.

"Ini sangat disayangkan bahwa kami harus terus melanjutkan masalah cedera (De Rossi). Tapi tim telah menunjukkan karakter dan tanda-tanda positif karena itu berusaha memainkan bola," ungkap Perrotta.

( key / din )

Roma Sandungan Inter di Meazza


Milan - Inter Milan boleh saja perkasa dalam beberapa pertandingan terakhir. Namun I Nerazzurri selalu kesulitan saat menjamu salah satu rivalnya di Seri A, AS Roma.

Sebelum menjamu Roma, Senin (9/11/2009), Inter meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Namun pimpinan klasemen Seri A ini akhirnya harus meraih satu poin setelah ditahan oleh Roma 1-1.

Ini semakin menambah daftar bahwa I Nerazzurri selalu kesulitan untuk meraih kemenangan jika menjamu Roma. Bahkan pada pertandingan tersebut Roma sempat unggul lebih dulu lewat gol Mirko Vucinic.

Namun, gol Samuel Eto'o di menit ke-48 akhirnya menyelamatkan Inter dari kekalahan. Sebagai catatan, kemenangan terakhir 'La Beneamata' atas Roma di Giuseppe Meazza terjadi pada 13 Februari 2005 silam.

Hasil imbang tersebut tentu saja mengecewakan pihak Inter. "Saya tidak tahu apakah hasil imbang tersebut adil bagi kami malam ini," ungkap kapten Inter, Javier Zanetti seperti dilansir ESPN.

"Setelah gol mereka, kami mendapatkan permainan kami dan mencoba mengejutkan lawan kami di setiap kesempatan yang kami punya. Mungkin ada yang salah dari kami, tapi ini bisa terjadi jika Anda untuk memimpin," ujarnya.

Enam pertemuan terakhir Inter kontra Roma di Meazza dalam laga Seri A:

Inter Milan vs AS Roma 1:1 08.11.2009
Inter Milan vs AS Roma 3:3 02.03.2009
Inter Milan vs AS Roma 1:1 28.02.2008
Inter Milan vs AS Roma 1:3 18.04.2007
Inter Milan vs AS Roma 2:3 27.10.2005
Inter Milan vs AS Roma 2:0 13.02.2005
( key / din )

====

My Comment

Detiksport, jangan lupa donk Score 6-2 di Super Coppa!!!

Ranieri Serang Balik Mourinho dan Inter


Milan - Pelatih AS Roma Claudio Ranieri membalas kritik allenatore Inter Milan Jose Mourinho terhadapnya. The Tinkerman menuding Inter main kasar. Ia juga menyindir kebuntuan barisan depan La Beneamata.

Inter dan Roma berbagi angka usai mengakhiri laga dengan skor 1-1 dalam laga yang berlangsung Senin (9/11/2009) dinihari WIB.

Setelah laga tersebut Mourinho menuding bahwa Roma memainkan sepakbola negatif. Ranieri selanjutnya balik menyindir The Special One.

"Dengan pilihan striker yang dia miliki, ternyata mereka melepas tembakan lebih sedikit dari yang kami lakukan," seru Ranieri seperti dikutip dari Football-Italia.

"Jika serangan pertama yang kami lancarkan berhasil, maka sekarang dia bakal menangis. Inter menghujani kami dengan serangan, tapi sangat sedikit memberikan ancaman," lanjut suksesor Luciano Spalletti itu.

Ranieri pun menuding Inter bermain kasar. Fakta yang digunakan pelatih berjuluk The Tinkerman itu adalah cedera patah tulang pipi yang dialami Daniele De Rossi akibat benturan dengan Patrick Vieira di pertengahan babak pertama. Selanjutnya De Rossi harus ditarik keluar.

"Terima kasih untuk Patrick Vieira. Akibatnya De Rossi harus dioperasi untuk pemulihan cedera. Vieira selalu meloncat dengan siku yang naik. Di liga Inggris, tindakan seperti itu jelas kartu merah."

"Saya senang permainan yang mengandalkan fisik. Namun ketika kami bermain di sini di kesempatan selanjutnya, kami sepertinya perlu mengenakan baju zirah," tuntas pelatih berusia 58 tahun tersebut. ( nar / arp )

====

My Comment

Setiap Lawan Inter, As. Roma selalu dicurangi!!!

'Roma Bermain Negatif!'


Milan - Pelatih Inter Milan Jose Mourinho tak terlalu gembira menyusul hasil imbang yang didapat ketika menghadapi AS Roma. Ia menuding lawan bermain negatif.

Inter berbagi angka 1-1 dengan AS Roma dalam laga yang berlangsung Senin (9/11/2009) dinihari WIB.

Tambahan satu poin makin memantapkan posisi La Beneamata di puncak klasemen sementara Seri A. Dengan poin 29 Javier Zanetti dkk. unggul lima poin atas peringkat kedua Juventus.

Kemenangan ini juga merupakan ke-150 kali-nya Inter tak terkalahkan ketika tampil di Giuseppe Meazza di kancah Seri A.

Meski begitu hasil pertandingan ini tak membuat Mourinho puas. Bahkan pelatih asal Portugal ini mengaku kecewa.

"Tidak ada hiburan sama sekali. Saya tahu tentang catatan rekor kemenangan itu karena ada yang memberitahu. Namun itu merupakan rekor yang dibuat sejak lama. Jadi mau 150 atau 151 juga tak ada bedanya," ujar Mourinho dilansir dari Football-Italia.

Pelatih berjuluk The Special One itu menuding Roma bermain negatif. Mourinho tidak peduli bahwa penampilan Roma juga dipengaruhi masalah dilanda masalah cedera pemain dan baru saja bermain di kompetisi Liga Europa pada tengah pekan.

"Itu bukan urusan saya. Mereka bermain sehari setelah kami tampil di Eropa. Namun mereka tampil di kompetisi yang memiliki tempo, intensitas dan tekanan psikologis," ujarnya.

"Mereka bermain di Roma dan tidak pergi ke mana-mana. Mereka juga tak menjalani laga penentu. Beda dengan kami yang menjalani partai layaknya hidup-mati," tambah suksesor Roberto Mancini itu.

Mourinho memang bisa menerima dengan hasil akhir antara Il Biscione kontra Il Lupi. "Namun yang mengecewakan adalah bagaimana laga ini berjalan. Jika ada yang hari ini pulang dengan kegembiraan atas apa yang diraih, itu karena mereka adalah orang-orang yang tak punya ambisi," tuntasnya.
( nar / krs )

=========
My Comment

Apa Mau mu wahai Mister Mou??? selalu cari masalah!

Inter dan As. Roma Imbang

Milan - Inter Milan gagal menjauh di puncak klasemen Seri A setelah pada laga di Giueseppe Meazza, Senin (9/11/2009) dinihari WIB, Il Nerazzurri ditahan imbang oleh AS Roma dengan skor 1-1.

Laga berjalan sangat seru untuk kedua tim, baik Inter maupun Roma sama-sama melancarkan serangan meskipun Inter relatif lebih dominan.Roma unggul dulu di babak pertama lewat gol Mirko Vucinic. Di babak kedua Samuel Eto'o mencetak gol yang menyamakan kedudukan.

Raihan satu poin ini tetap menempatkan La Beneamata di pucuk tertinggi musim ini dengan 29 poin, selisih lima poin dari Juventus yang berada di bawahnya. Untuk Il Lupi, poin berharga itu mengangkat posisi mereka naik satu peringkat ke tangga ke-13 dengan 15 poin dari 12 laga yang telah dijalani.

Hasil ini juga menambah rekor Inter yang tidak bisa mengalahkan Pasukan Serigala Ibukota itu bila berlaga di Milan selama tiga musim terakhir. Pada dua musim sebelumnya, Inter bisa hanya mampu bermain sama kuat 1-1 dan 3-3.

Jalannya pertandingan


Inter mendapat ancaman di menit ke-3 lewat Mirko Vucinic. Lolos jebakan dari offside usai mendapat umpan terobosan dari Danielle De Rossi, Vucinic berlari menuju kotak penalti dan berhasil mengecoh Julio Cesar. Beruntung, Lucio segera mengamankan bola yang berada di kaki Vucinic dan selamatlah gawang Inter.

Sepuluh menit berselang, Vucinic membayar kesalahannya dengan mencetak gol pembuka di laga ini. Menerima crossing Marco Motta, Vucinic yang memenangi duel udara dengan Lucio sukses menanduk bola untuk merobek jala Cesar, 1-0 Roma memimpin.

Di menit ke-18, Diego Milito punya kesempatan untuk menyamakan skor. Duel satu lawan satu dengan bek Roma mampu dimenanginya, namun tendangan kaki kanan Milito di dalam kotak penalti masih tak mampu menaklukkan Julio Sergio di bawah mistar Roma.

Kesalahan Philipe Mexes dalam melakukan backpass di menit ke-26 hampir saja merugikan Roma. Untung Sergio dapat men-tip bola dan Dejan Stankovic yang berada di dekatnya tak mampu memanfaatkan bola rebound untuk dijadikan gol.

Roma nyaris saja menggandakan keunggulannya di menit ke-35 andai saja sepakan bebas John Arne Riise di luar kotak penalti tak mampu ditepisnya dengan baik.

Di menit ke-37 Sulley Muntari punya peluang lewat sebuah crossing tajam ke kotak penalti yang masih dapat diamankan dengan baik oleh Sergio. Sebuah sepakan kaki kiri keras Thiago Motta tiga menit setelahnya dari luar kotak penalti masih tepat mengarah ke pelukan Sergio.

Memasuki babak kedua, Jose Mourinho yang merasa permainan Inter kurang berkembang di paruh pertama memasukkan Wesley Sneijder untuk menggantikan Muntari dan Mario Balotelli untuk Patrick Vieira.

Dua menit babak kedua berjalan Inter akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Berawal dari kemelut di depan kotak penalti Roma, bola pun mengarah ke Motta ke yang lantas mengumpan ke Samuel Eto'o di kotak penalti. Dengan sekali memutar badan, penyerang Kamerun itu melepaskan tendangan kaki kiri yang merobek jala Sergio.

Roma menekan di menit ke-62. Vucinic yang menerima bola di depan kotak penalti Inter, menempatkan bola ke arah Jeremy Menez. Nama terakhir pun langsung melepaskan tembakan first time yang memaksa Cesar menepisnya dengan susah payah.

Stefan Okaka sempat membuat jantung Interisti berdebar di menit ke-69 lewat aksi solo run melewati beberapa pemain Inter. Untung sepakan pemain muda Roma itu masih melayang di atas mistar gawang Cesar.

Pada menit ke-84 Inter mengancam gawang Roma lewat sepakan Mario Balotelli yang masih jauh dari sasaran. Hingga berakhirnya laga papan skor pun tetap bertahan di angka 1-1.

Susunan pemain:

Inter: Cesar, Maicon, Lucio, Samuel, Zanetti, Vieira (Balotelli 45'), Muntari (Sneijder 45'), Motta (Cambiasso 63'), Stankovic, Milito, Eto'o

Roma: Sergio, Andreolli, Mexes, Marco Motta, Riise, De Rossi (Faty 36'), Perotta, Pizarro, Brighi, Vucinic (Okaka 67'), Menez (Tonetto 75') ( mrp / nar )

Jumat, 06 November 2009

Optimisme Roma Usai Menang di Laga Eropa


Jelang Inter vs Roma

Roma - AS Roma baru saja meraih kemenangan di Europa League. Itu menjadi modal tersendiri untuk kembali menahan atau bahkan menyandung Inter Milan di Giuseppe Meazza pada akhir pekan.

Dalam laga matchday 4 Europa League, Jumat (6/11/2009) dinihari WIB, Roma memetik tiga angka saat menjamu Fulham. Ketinggalan duluan, 'Serigala' Seri A itu berbalik menang 2-1.

Kemenangan dengan cara seperti itu rupanya sudah cukup memberikan semangat ekstra menghadapi Inter yang sedang memuncaki klasemen seri A, Minggu (8/11/2009). Roma sendiri ada di posisi 14 dengan 14 poin tertinggal dari Inter.

"Kemenangan ini memberikan kami kepercayaan diri dan keyakinan atas kemampuan kami sendiri," tegas allenatore Roma Claudio Ranieri di Football Italia.

"Inter memang kuat, mereka memainkan partai luar biasa lawan Dinamo Kiev (dalam laga Liga Champions) dan layak dapat rasa hormat dari kami," imbuh Ranieri yang mau tidak mau mengakui solidnya lawan nanti.

Jika menilik performa, Inter yang dalam lima partai terakhir selalu sukses menyapu kemenangan jelas akan sulit diredam Roma yang kalah tiga kali dalam lima partai terakhirnya.

Akan tetapi, catatan masa lalu juga membuktikan bahwa Inter selalu kesulitan menang saat menjamu Roma di Seri A. Kemenangan terakhir 'La Beneamata' atas Roma di Giuseppe Meazza terjadi pada 13 Februari 2002 silam.

Lima partai terakhir Seri A:
Inter (M M M M M); Roma (M K K K M)

Lima pertemuan terakhir Inter kontra Roma di Meazza dalam laga Seri A:
Inter Milan vs AS Roma 3:3 02.03.2009
Inter Milan vs AS Roma 1:1 28.02.2008
Inter Milan vs AS Roma 1:3 18.04.2007
Inter Milan vs AS Roma 2:3 27.10.2005
Inter Milan vs AS Roma 2:0 13.02.2005

Senin, 02 November 2009

Ranieri Kecewa pada Romanisti


Roma - Pelatih AS Roma Claudio Ranieri mengaku kecewa dengan sikap suporter yang masih mengecam timnya. Ranieri berharap Romanisti bisa menunjukkan apresiasi yang lebih besar terhadap Il Lupi.

Roma mengakhiri rentetan kekalahan yang mereka dapat dalam tiga laga terakhir. Dalam partai yang digelar Minggu (1/11/2009) malam WIB Serigala Ibukota mengatasi Bologna 2-1.

Meski menang, ada kekecewaan yang diutarakan Ranieri. Kekecewaan ini terkait dengan sikap Romanisti yang menurutnya kurang memberikan apresiasi.

Seperti diberitakan Football-Italia, suporter Roma justru mencibir para pemain Giallorossi ketika melakukan pemanasan. Di lima menit pertama bahkan suporter memilih untuk diam, tidak memberikan dukungan sama sekali.

"Suporter membuat spanduk yang isinya mengatakan kita telah mati, mencibir Mirko Vucinic meski dia mencetak gol. Namun selanjutnya mereka bertepuk tangan di menit akhir ketika Vucinic berlari sepanjang 30 meter untuk membantu pertahanan," kata Ranieri.

"Mereka seharusnya paham bahwa di tim ini segala sesuatunya tengah berjalan dengan kurang baik. Mereka juga tidak bisa memaksa Vucinic dan Jeremy Menez, dua pemain yang hari ini tampil bagus, terus bermain dalam peak performance," lanjut suksesor Luciano Spalletti itu.

Ranieri menegaskan anak buahnya tidak terganggu dengan sikap suporter ini. Untuk ke depannya, allenatore berjuluk The Tinkerman itu berharap Romanisti bisa memberikan apresiasi kepada timnya.

"Kami berusaha keras, namun di Italia hasil akhir adalah hal utama. Hari ini orang akan berkata bahwa kami telah berjuang karena kami menang. Namun faktnya kami selalu mengerahkan tenaga semaksimal mungkin ketika melawan AC Milan, Livorno, dan Udinese, meski saat itu kami gagal mendapat poin," seru Ranieri.

"Meski suporter menganggap apa yang sedang dialami tim ini lebih buruk dari kenyataannya, kami tak boleh terpengaruh dengan hal itu. Saya tidak mau menjanjikan apa-apa, tetapi dengan melihat penampilan tim sejauh ini saya optimistis bisa finis di zona Liga Champions," tuntasnya.
( nar / arp )

Roma & Fiorentina Akhiri Hasil Buruk


Roma - AS Roma dan Fiorentina mengakhiri rentetan hasil buruk yang mereka raih di Seri A dalam beberapa pekan terakhir. Di giornata 11, Il Lupi dan I Viola meraih kemenangan.

Roma menjamu Bologna dalam laga yang berlangsung Minggu (1/11/2009) malam WIB. Publik di Stadion Olimpico terbungkam usai Bologna unggul terlebih dahulu di menit ke-32 melalui Martins Adailton.

Roma merespon tiga menit berselang lewat sepakan Mirko Vucinic yang memanfaatkan situasi set piece.

Il Lupi berbalik unggul 2-1 di menit ke-52 melalui Simone Perotta. Skor ini tak berubah hingga laga ditutup.

Ini merupakan kemenangan pertama Roma di Seri A setelah dalam tiga laga sebelumnya kalah. Hasil positif ini masih belum menjauhkan posisi asal ibukota Italia ini dari papan bawah. Tim besutan Claudio Ranieri masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan poin 14.

Fiorentina Bekuk Catania

Menjamu Catania, Fiorentina unggul cepat lewat gol Marco Marchionni di menit keempat yang meneruskan umpan Juan Vargas.

Sial bagi Fiorentina karena harus bermain dengan sepuluh orang usai Dario Danielli kena kartu merah di menit ke-45. Kondisi ini dimanfaatkan tim tamu untuk mencetak gol penyama tiga menit selepas restart melalui kaki Giuseppe Mascara.

Memasuki menit ke-59 giliran Catania yang kehilangan pemain karena Ciro Capuano menerima kartu kuning kedua di menit ke-59.

Dalam kondisi sepuluh lawan sepuluh, I Viola kembali memimpin 2-1 lewat gol kedua Marco Marchionni di menit ke-69.

Alberto Gilardino mengunci kemenangan pasukan Ungu berkat golnya di menit ke-86. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.

Kemenangan ini merupakan yang pertama yang diraih pasukan Cesare Prandelli setelah terakhir kali mereka mendapatkannya akhir September silam. Ketika itu Fiorentina menekuk Livorno.

Dengan tambahan tiga poin Fiorentina kini ada di posisi kelima klasemen sementara dengan poin 18, tertinggal satu poin dari peringkat keempat AC Milan.

Sampdoria Gagal Kudeta Juve


Sementara itu Sampdoria gagal memanfaatkan kekalahan yang diderita Juventus. Andai bisa menang ketika menghadapi Bari, maka Il Samp bisa naik ke peringkat kedua.

Namun Antonio Cassano dkk. harus puas dengan skor imbang tanpa gol. Hasil ini membuat mereka tetap di peringkat ketiga klasemen sementara dengan poin 21, sama dengan yang dimiliki Juve. Namun Bianconeri memiliki head to head lebih baik dengan Sampdoria.

Hasil Liga Italia, Minggu (1/11/2009) malam WIB

AS Roma 2 - 1 Bologna
Cagliari 3 - 0 Atalanta
Chievo 1 - 1 Udinese
Fiorentina 3 - 1 Catania
Livorno 0 - 2 Inter Milan
Sampdoria 0 - 0 Bari
Siena 1 - 1 Lazio
( nar / krs )

Jumat, 30 Oktober 2009

Perrotta & Pizarro Tambah Kontrak di Roma


Roma - Simone Perrotta dan David Pizarro tetap mempercayakan masa depannya bersama AS Roma. Dua bintang Roma tersebut telah mencapai kesepakatan kontrak untuk tetap bertahan di Olimpico.

Perrotta dan Pizarro sedang menjadi sasaran spekulasi akan pindah ke Zenit St Petersburg. Kabar tersebut semakin kencang setelah mantan pelatih Roma Luciano Spalletti bersiap menangani klub Rusia itu.

Namun dengan kontrak baru yang diberikan kepada dua pemain ini membatalkan kabar tersebut. Perrotta telah setuju diperpanjang kontraknya selama setahun lagi, yang membuatnya tetap di Olimpico hingga 2011.

"AS Roma dan Simone Perrotta telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontrak pemain hingga 30 Juni 2011," ungkap pihak AS Roma dalam pernyataannya seperti dilansir Sky Sport.

Sementara Pizarro kontraknya sduah akan berakhir di musim panas ini. Meski demikian gelandang internasional Chile ini masih tetap bertahan bersama I Giallorossi setelah setuju diikat kontrak tiga tahun lagi. ( key / a2s )

Kamis, 29 Oktober 2009

Ranieri Optimistis Mampu Lalui Masa Sulit


Jakarta - Pelatih AS Roma Claudio Ranieri mengakui bahwa timnya tengah menjalani periode buram karena mereka banyak dilanda masalah. Namun pria berjuluk The Tinkerman itu optimistis Il Lupi bisa melalui masa-masa sulit ini.

Kekalahan yang diderita atas Udinese Kamis (29/10/2009) dinihari WIB merupakan yang ketiga kalinya secara berutrut-turut di Seri A.

Hasil ini membawa Giallorossi berada di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan poin 11 atau hanya berjarak dua poin dari zona degradasi.

"Kami menciptakan banyak peluang mencetak gol, namun kami sial gagal memenangi laga," demikian kata Ranieri menganalisis performa anak asuhnya ketika melawan Udinese.

"Saya tidak bisa mencegah bila suporter kecewa kepada kami. Musim ini bisa menjadi musim yang sulti bagi kami. Kami membutuhkan pengorbanan dari siapa pun," lanjut eks pelatih Juventus itu seperti dikutip dari Football-Italia.

Meski begitu Ranieri berharap pihak-pihak yang ingin melontarkan kepadanya atau pun Roma juga mempertimbangkan sejumlah hal.

"Saya menangani tim yang merupakan warisan dari orang lain. Jangan lupa bahwa melawan Udinese kami tak diperkuat tujuh pemain inti termasuk Francesco Totti."

Ranieri optimistis bahwa Roma mampu melalui masa-masa sulit yang tengah menghadang.

"Saya punya banyak pemain ayng fantastis dan mereka selalu berjuang keras. Mereka bermain dengan cara yang sama seperti yang pernah mereka lalukan di masa lalu dan ketika itu mereka meraih sukses," lanjut pengganti Luciano Spalletti itu.

"Bila hasilnya kami gagal menang, saya sendiri tidak tahu mengapa bisa begitu," pungkasnya.
( nar / din )

Selasa, 27 Oktober 2009

Roma: Operasi Totti Sukses


Roma - AS Roma menyatakan bahwa operasi yang dijalani Francesco Totti berlangsung sukses. Il Capitano Roma itu diperkirakan hanya butuh waktu maksimal sebulan untuk memulihkan kondisi.

Cedera lutut yang dialami Totti ternyata cukup serius. Kapten AS Roma ini pun dikabarkan harus naik ke meja bedah untuk mengobati cederanya itu.

Operasi yang berlangsung Selasa (27/10/2009) dinihari WIB itu berjalan cukup cepat. Pernyataan resmi dari Roma, seperti diberitakan Football-Italia, operasi hanya membutuhkan waktu delapan menit.

"Malam ini (Selasa dinihari WIB) Totti akan pulang dari klinik Villa Stuart. Selanjutnya ia akan menjalani proses pemulihan pasca operasi. Totti akan melakukan hal yang terbaik untuk kembali ke lapangan sesegera mungkin," demikian keterangan yang diberikan Roma.

Ini merupakan kali kedua lutut Totti dibedah. Terakhir kali ia mengalaminya adalah pada 18 bulan silam.

Meski Roma tak merinci berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh pemain bernomor punggung sepuluh itu untuk memulihkan cedera, namun diperkirakan Totti hanya perlu waktu kurang dari 30 hari untuk beristirahat.

Totti mengalami cedera ketika menghadapi Napoli di awal bulan ini. Cedera tersebut memaksanya absen. Tanpa Totti, Roma sejauh ini memetik hasil tak memuaskan. Dalam dua laga terakhir di Seri A, Il Lupi selalu kalah.

Bila sesuai dengan waktu yang diperkirakan, maka Roma tidak dapat menggunakan jasa pemain berjuluk Il Principle itu dalam lima hingga enam laga ke depan. Serigala Ibukota akan menghadapi sejumlah lawan yang tak mudah seperti Udinese (28/10/2009) dan Inter (8/11/2009) di Seri A serta Fulham (5/11/2009) di Liga Europa.
( nar / roz )

Totti Naik Meja Operasi


Roma - Cedera lutut yang dialami Francesco Totti ternyata cukup parah. Kapten AS Roma ini pun dikabarkan naik ke meja operasi untuk mengobati cederanya itu.

Totti mengalami cedera tersebut kala Roma bertanding melawan Napoli beberapa pekan silam. Dalam laga yang dimenangi I Lupi 2-1 itu--di mana ia mencetak dua gol--Totti langsung mendapatkan perawatan seusai laga.

Tetapi diagnosis kala itu menyebutkan bahwa cedera lutut yang dialaminya tak terlalu parah. Pemain berusia 33 tahun itu pun diperkirakan "hanya" bakal absen selama tiga pekan.

"Totti mengalami sedikit trauma, tapi tak ada yang serius. Tak ada yang memar dan tak ada yang robek. Dia akan memakai pelindung khusus di lututnya," kata kepala bagian medis Roma, Profesor Franco Mariani, ketika itu.

Tetapi kabar terakhir menyebutkan bahwa ia harus segera naik meja operasi. Hal ini membuat masa absennya menjadi lebih panjang, meski tak diketahui berapa lama, demikian dikabarkan AFP.

Ini merupakan kali kedua lutut Totti dibedah. Terakhir kali ia mengalaminya adalah pada 18 bulan silam. Padahal untuk cedera lututnya kali ini, Totti sempat berucap bahwa dirinya yakin tak sampai harus dioperasi.

Tanpa Totti dia dua laga terakhir, Roma akhirnya selalu menelan kekalahan. Tak heran apabila allenatore Claudio Ranieri menyebut, timnya kehilangan dirinya.

"Sungguh tidak mudah kehilangan penggedor seperti Totti. Absennya kapten kami sebenarnya bukan alasan. Namun andai dia tampil, mungkin kami bisa menjaringkan gol ke gawang lawan," ucap Ranieri usai Roma takluk 0-1 dari Livorno hari Minggu lalu. ( roz / nar )

Senin, 21 September 2009

Totti Inspirasi Kemenangan Roma


Roma - AS Roma sukses menaklukkan Fiorentina 3-1. Sang kapten Francecso Totti menjadi inspirasi kemenangan Il Lupi dengan mencetak dua gol dan satu asists.

Kemenangan ini membuat posisi Roma mulai merangkak naik ke peringkat ke-11 dengan enam poin. Ini juga adalah kemenangan kedua Roma di tangan pelatih barunya, Claudio Ranieri.

Pada laga di Olimpico, Senin (21/9/2009)dinihari, Totti mencetak gol pembuka di menit ke-27. Gol itu dicetak dari titik penalti setelah Mirko Vucinic dijatuhkan pemain lawan.

Tak beberapa lama kemudian, Totti berhasil mencetak gol dari jarak lima meter. Namun gol tersebut dianulir karena wasit melihat Il Capitano Roma ini lebih dulu off side.

Meski demikian, gol Totti di menit ke-32 tidak terbantahkan lagi. Totti yang tidak terjaga di kotak penalti sukses melepaskan tendangan keras ke dalam gawang Fiorentina.

Pada menit ke-41, Daniele De Rossi memperbesar kemenangan Roma menjadi 3-0. De Rossi sukses menyelesaikan umpan crossing cantik yang dilepaskan oleh Totti dengan sundulannya.

Sementara Fiorentina sempat memberikan perlawanan di akhir pertandingan. Pada menit ke-84, Alberto Gilardino mencetak gol ke gawang Roma setelah Perrotta gagal membuang bola liar.

Susunan Pemain :

Roma: Julio Sergio; Cassetti, Burdisso, Juan (Mexes 76), Riise; Taddei, De Rossi, Pizarro (Faty 69), Perrotta; Totti, Vucinic (Okaka 58)

Fiorentina: Frey; Comotto, Gamberini, Dainelli, Pasqual; Zanetti, Montolivo (Donadel 68); Santana (Jorgensen 61), Mutu (Jovetic 61), Marchionni; Gilardino

Kamis, 17 September 2009

Semangat Tinggi Roma Hadapi Basel


Roma - Semangat AS Roma untuk menghadapi FC Basel di Piala UEFA cukup tinggi. Daniele De Rossi pun menegaskan setiap pemain Roma harus bisa meraih kemenangan di setiap kompetisi.

Roma akan bertandang ke St Jakob Park guna menghadapi Basel pada Jumat (18/9/2009) dinihari WIB. Kemenangan atas Siena akhir pekan kemarin membuat Giallorossi menjadi lebih percaya diri menghadapi wakil dari Swiss ini.

Gelandang Roma De Rossi pun mengakui bahwa skuadnya akan bermain dengan baik di pentas Eropa ini. "Setiap pemain berkostum Roma pantas bermain terhormat di setiap kompetisi," ungkapnya seperti dilansir ESPN.

"Target kami adalah bisa kembali berlaga di pentas Liga Champions. Namun sekarang kami ingin melakukan yang terbaik di turnamen ini," kata pemain internasional Italia.

Pelatih baru Roma, Claudio Ranieri juga sangat setuju dengan pernyataan pemainnya itu. Ia pun bertekad membawa skuanya meraih hasil yang baik di setiap kompetisi, termasuk di Piala UEFA nanti malam.

"Seperti kata (Daniele) De Rossi, siapa yang bermain dengan kostum Roma harus memberikan segalanya. Saya juga punya target di turnamen ini dan juga Liga, kami ingin melakukannya dengan baik di setiap kompetisi," tegas Ranieri.

Ranieri mengawali karirnya dengan baik bersama Roma. Pelatih berusia 58 tahun ini sukses membawa Il Lupo meraih kemenangan atas Siena di pertandingan pertamanya membesut Francesco Totti cs.
( key / arp )

Minggu, 13 September 2009

Ranieri Memang 'Tukang' Jempolan


Siena - Saat masih di Chelsea, Claudio Ranieri mendapatkan julukan The Tinkerman yang berarti tukang patri. Kemampuannya untuk 'menambal' yang bolong-bolong ia buktikan di AS Roma.

Di pertandingan pertamanya membesut Francesco Totti dkk, Ranieri sukses membawa klub ibukota Italia itu menundukkan Siena 2-1. Kemenangan yang melegakan karena Roma sudah nir kemenangan di dua laga awal.

Massimo Maccarone membuat girang Stadion Artemio Franchi dengan gol yang membawa Siena memimpin. Tapi sepasang gol dari dua bek Roma, Philippe Mexes dan John Arne Riise membuat Ranieri tersenyum.

"Siena sangat terorganisir. Mereka bagus di serangan balik dan penampilan Maccarone benar-benar inspiratif," komentar Ranieri seusai pertandingan seperti dikutip Football Italia.

Ranieri terpilih sebagai allenatore Roma kurang dari dua pekan lalu untuk mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Luciano Spalletti yang memilih mengundurkan diri pasca dua hasil buruk Giallorossi.

Kemampuan Ranieri yang menghiasi curiculum vitae-nya dengan jejak kepelatihan di Juventus, Valencia dan Chelsea untuk mengangkat Roma sudah terbukti di pertandingan pertamanya. Konsistensi adalah pekerjaan rumah berikut buatnya.

Roma yang kekuatannya tidak bertambah akibat minimnya pembelian signifikan ternyata berhasil dipacu Ranieri bermain total hingga detik-detik akhir. Hal yang diperlihatkan dengan gol kemenangan yang lahir di menit 89.

"Meski kami memang sedikit tegang dan takut, kami menjaga kepercayaan diri kami dan tegak berdiri lagi. Ini debut yang emosional. Yang penting adalah menang," imbuh pelatih 58 tahun itu.

"Para pemain frustrasi terus menerus dikritik. Tetapi anak-anak memang harus mengubah perilakunya. Saya punya kredo taktik sendiri dan mereka harus tahu ini yang saya mau dari mereka. Saya beda dengan Spalletti," kata Ranieri tegas.

Gol Riise Tekuk 10 Pemain Siena


Siena - AS Roma harus menunggu hingga menit ke-89 untuk menundukkan Siena yang bermain dengan 10 orang sejak babak kedua. Adalah bek John Arne Riise yang membuat Giallorossi unggul 2-1.

Bermain di kandang sendiri, Stadion Artemio Franchi, Minggu (13/9/2009), Siena unggul lebih dulu lewat gol Massimo Maccarone. Philippe Mexes lantas membuat skor imbang 1-1 sebelum Riise beraksi.

Kemenangan ini menandai debut manis pelatih baru Roma, Claudio Ranieri. Pelatih berjuluk The Tinkerman itu baru menangani Roma kurang dari dua pekan pasca pengunduran diri Luciano Spalletti.

Posisi Roma yang kalah di dua pertandingan pertama pun terkatrol. Francesco Totti cs kini bertengger di peringkat 13 Seri A dengan nilai 3. Sedangkan Siena berada dua spot di atas Roma.

Jalannya pertandingan
Siena memetik hasil dari penampilan mereka yang bersemangat di menit 26. Mendapat umpan dari Emmanuel Calaio, Maccarone menggenjot bola dengan kaki kiri yang tak sanggup ditahan Julio Sergio dan mengubah skor jadi 1-0.

Setengah jam pertandingan berlangsung, Roma hampir membalas melalui kaki David Pizarro. Tendangan pemain asal Cile itu dari luar kotak penalti meleset tipis di kiri gawang Siena.

Tujuh menit kemudian, giliran assist Pizarro yang membuka peluang bagi Julio Baptista. Mirip dengan tendangan Pizarro, sepakan Baptista juga tak menemui sasaran karena melebar di kanan.

Semenit babak kedua berjalan, Siena nyaris saja menambah keunggulan. Sebuah umpan yang dikirim Fabio Del Grosso dari sayap kiri ditanduk Calaio dari jarak dekat, tetapi bola melambung tinggi.

Siena tak berdiam diri melihat pertahanannya ditekan. Di menit 69, umpan Paul Codrea kepada Abdel Kader Ghezzal dilanjutkan dengan tendangan terarah, tetapi kiper Julio Sergio sigap mengamankan si kulit bundar.

Di menit 73, Roma akhirnya bisa menyamakan kedudukan jadi 1-1. Umpan Pizarro diteruskan Totti kepada Mexes yang langsung menendang. Kiper Gianluca Curci coba melompat ke kanan tetapi bola tetap meluncur masuk gawangnya.

Siena dipaksa bermain dengan 10 orang sejak menit 78. Codrea menjadi pesakitan setelah pelanggarannya terhadap Totti berbuah kartu kuning kedua dan ia pun harus meninggalkan lapangan.

Semenit menjelang pertandingan berakhir, Roma memetik gol kemenangan berkat upaya Riise. Pemain yang baru masuk di babak kedua itu mengeksekusi tendangan bebas dengan sangat baik dan gol kemenangan Roma pun tercipta.

Tak berapa lama kemudian, wasit meniup peluit panjang dan Roma pun berhak atas kemenangan perdananya musim ini.

Susunan pemain
Siena: Curci; Terzi, Brandao, Ficagna, Del Grosso; Vergassola, Codrea, Ghezzal (Jajalo 80), Fini; Maccarone (Reginaldo 72), Calaio (Jarolim 66)

Roma: Sergio; Cassetti, Juan (Riise 61), Mexes, Burdisso; Brighi (Baptista 16) (Vucinic 71), De Rossi; Perrotta, Pizarro, Taddei; Totti
( arp / krs )


Jumat, 11 September 2009

Ruudtje Kuak Kans ke Roma

Madrid - Ruud van Nistelrooy saat ini masih bertahan di Real Madrid. Itu mungkin hanya akan sampai tengah musim nanti dan dia pun akan menyeberang ke AS Roma.

Musim panas ini Nistelrooy sebenarnya sudah menampik tawaran Roma untuk membela klub Seri A tersebut. Si pemain Belanda mengaku kurang tergugah dengan tawaran 'Giallorossi'.

Memilih tetap bertahan di Santiago Bernabeu, sangat mungkin persaingan buatnya akan sangat ketat seiring dengan datangnya Karim Benzema. Olah karena itulah Nistelrooy pun kini membuka lagi peluang hijrah musim dingin nanti.

"Jika saya terus ditepikan, saya akan mencari pilihan lain. Roma menginginkan saya dan minat itu bisa bertahan sampai Januari nanti," aku Nistelrooy di Football Italia.

Boleh jadi bukan hanya Nistelrooy saja yang akan hijrah dari Madrid ke Roma. Dilaporkan Corriere dello Sport, pekan ini Presiden Madrid Florentino Perez sudah berhubungan via telepon dengan bos Roma Rosella Sensi untuk mewujudkan hal tersebut.

Perez disebutkan kesediaannya untuk meminjamkan Nistelrooy, Rafael van der Vaart dan Christoph Metzelder pertengahan musim ini. Namun, belum ketahuan bagaimana reaksi Claudio Ranieri yang baru menggantikan Luciano Spalletti di Roma. Jika Ranieri tak sreg dengan pemain yang ditawarkan, bagaimana? ( krs / din )

Januari, Nistelrooy Siap ke Roma


INILAH.COM, Madrid – Ruud van Nistelrooy tampaknya tidak ingin nasibnya di Real Madrid terkatung-katung. Nistelrooy mengultimatum pelatih Manuel Pellegrini untuk memainkannya. Jika tidak, Rudtje akan hengkang ke AS Roma.


Nistelrooy telah pulih dari cedera panjang dan siap tempur membela Madrid musim ini. Sayang, posisinya terancam setelah kedatangan Karim Benzema dari Olympique Lyon.

Nistelrooy memperingatkan Pellegrini untuk memainkannya sebagai pemain reguler. Jika tidak bermain, mantan striker Manchester United tersebut siap meninggalkan Santiago Bernabeu pada bursa transfer Januari.

Nistelrooy mengaku dirinya telah didekati oleh Roma, dan striker 33 tahun tersebut siap membuka pintu bagi Il Lupi.

“Jika Real Madrid terus meninggalkan saya, maka saya akan melihat sekitar. Roma menginginkan saya, dan mereka bisa menjadi solusi yang baik untuk Januari,” ujar Nistelrooy kepada Il Corriere Dello Sport.

Presiden Madrid Florentino Perez kabarnya telah menghubungi Presiden Roma Rosella Sensi dan membicarakan masalah Nistelrooy. Roma memang kekurangan striker tajam musim ini.[S2]

-----

My Comment:


Benvenuto Ruidtje

Totti Pernah Tolak Madrid dan Barca


INILAH.COM, Roma – Bagi Francesco Totti kesetiaan dan loyalitas mengalahkan kekuatan uang. Kapten AS Roma itu mengaku pernah menerima tawaran dari Barcelona dan Real Madrid tetapi ia menolak karena ingin meraih prestasi bersama Il Lupi.


Pangeran Roma itu baru saja memperpanjang kontraknya sepanjang lima tahun bersama klub ibukota Italia itu dengan nilai kontrak yang diduga berada di kisaran 5 juta euro atau sekitar Rp 72 miliar. Banyak yang mengritik keputusan itu, namun Totti memiliki pandangan yang berbeda.

“Saya pikir saya telah mendapatkan kontrak saya,” kata Totti kepada Sky Sport Italia.

“Itu adalah kontrak yang penting, tetapi saya tidak pernah memikirkan tentang uangnya, di sisi lain saya bisa saja pergi ke Real Madrid atau Barcelona saat mereka mengniginkan saya saat saya 26 tahun dan mendapatkan lebih dati apa yang saya dapat sekarang,” tutur Totti.

“Saya selalu menginginkan berkarir bersama klub ini. Saya mendapatkan rasa hormat dari jawaban di hati, bukan karena uang,” tukasnya.

Sementara ada beberapa sumber yang menyebutkan perpanjangan kontrak Totti baru akan disetujui minggu depan. Dengan kontrak barunya yang berdurasi lima tahun, maka kebersamaan Totti dan Roma sudah terjalin selama 25 tahun.

Sejak awal karir profesionalnya di tahun 1992, Totti memang setia pada Giallorossi. Bahkan sejak 1989 ia telah bergabung dengan tim yunior Roma setelah pindah dari klub bernama Lodigiani yang kini bernama Cisco Roma.[-]

============
My Comment

Totti,,, You are the trully Prince of As. Roma

Senin, 07 September 2009

Fans Mau Roma Dijual Saja


Roma - Minimnya dana yang dimiliki AS Roma untuk membeli pemain membuat gerah para pendukung. Sekelompok dari mereka meminta agar I Lupi dijual saja.

Seperti dilansir Reuters , sekitar 500 fans berbondong-bondong hari Sabtu (5/9/2009) mendatangi tempat latihan dan membentangkan spanduk yang berisi permintaan kepada Presiden Roma Rosella Sensi untuk menjual klub.

Bahkan dalam aksi itu diberitakan para pengunjukrasa sempat melemparkan petasan ke area latihan. Mereka baru dibubarkan beberapa jam kemudian.

Permintaan sekelompok Romanisti itu dilatarbelakangi oleh krisis finansial yang melanda Giallorossi dalam beberapa tahun terakhir. Sejak dua tahun lalu ada dua investor yang ingin mengakuisi klub tapi selalu tak tercapai deal. Seorang pengusaha yang bergerak di bidang farmasi, Francesco Angelini, adalah figur terakhir yang dikabarkan berminat mengambil alih pengelolaan tim berlogo "Serigala" itu.

Mundurnya Luciano Spalletti dari kursi kepelatihan Roma beberapa hari yang lalu juga disinyalir disebabkan karena tidak adanya cukup dana baginya untuk mendaratkan pemain baru di bursa transfer musim panas ini.

Sebelumnya Roma telah melepas salah satu bintang mereka, Alberto Aquilani ke Liverpool. Mereka hanya mendatangkan Nicolas Burdisso (pinjam), Fabio Zamblera (pinjam) Stefano Guberti (free transfer ) dan Bogdant Lobont (free transfer ).
( a2s / arp )

Rabu, 02 September 2009

Ranieri: Main Pragmatis, Roma


Roma - Apa rencana allenatore Claudio Ranieri terhadap AS Roma? Pria berjuluk The Tinkerman itu ingin membuat Il Lupi bermain lebih pragmatis dan menghindari kebobolan banyak gol.

Roma menunjuk Ranieri pada Selasa (2/9/2009) sebagai suksesor Luciano Spalletti yang mengundurkan diri. Tugas berat menanti Ranieri, sebab dua kekalahan yang diderita di dua laga pembuka Seri A membuat Il Lupi terpuruk di papan bawah klasemen sementara.

Apa yang bisa dilakukano leh The Tinkerman terhadap klub dari kota kelahirannya itu? "Roma di bawa Spalletti memperagakan permainan yang penuh gaya, filosofi saya sedikit berbeda," ujar Ranieri seperti dilansir dari AFP.

"Saya akan membawa pragmatisme untuk tim ini. Mereka membutuhkan sebuah hentakan karena mereka harus segera bereaksi dengan cepat," lanjutnya.

Menurut Ranieri, hal itu diperlukan karena para pemain sedikit kehilangan kepercayaan diri usai menerima sejumlah hasil negatif.

Lalu, formasi apa yang akan diterapkan oleh pelatih berusia 57 tahun itu? "Saya tak punya satu pola yang menjadi favorit. Di sepanjang karir, saya tidak jarang mengganti taktik," tandas eks pelatih Juventus dan Chelsea itu.

"Namun satu yang pasti, kami harus menghindari kebobolan gol lebih banyak," tutup pelatih yang sering menggunakan formasi 4-2-3-1 tersebut. ( nar / arp )

Spalletti: Good Luck, Ranieri


Roma - Luciano Spalletti mengeluarkan komentar mengenai lengsernya dia dari kursi kepelatihan AS Roma. Ia juga mendoakan keberhasilan kepada Claudio Ranieri untuk memimpin Roma.

Kabar kepergian Spalletti dari Stadion Olimpico Roma sudah berhembus sejak Senin (31/8/2009) kemarin. Kekalahan atas Genoa di pekan pertama dan tumbang saat menjamu Juventus akhir pekan kemarin menjadi alasan Spalletti turun dari kursi yang sudah dia duduki sejak tahun 2005 lalu.

Akhirnya pelatih berkepala plontos ini pun memilih untuk mengeluarkan surat pengunduran diri sebagai bentuk pertanggungjawaban. Usai melakukan pertemuan dengan petinggi klub, ia resmi meninggalkan posnya sebagai allenatore Roma.

"Saya pikir pengunduran diri saya adalah hal yang benar. Ini adalah inisiatif diri saya sendiri, beginilah saya bertanggung jawab," ungkapnya kepada Sky Sport Italia.

"Saya meninggalkan banyak kenangan dan jika harus menunjuk secara spesifik pertandingan yang saya ingat, laga melawan Chelsea dan Real Madrid selalu ada di pikiran saya."

"Saya selalu mengingat lagu yang dinyanyikan didengungkan seluruh stadion, orang-orang yang dekat dengan tim ini. Saya juga akan selalu menyanyikannya. Saya juga akan terus mengikuti perkembangan Roma di bawah arahan pelatih hebat seperti Claudio Ranieri."

Untuk nama yang disebut terakhir itu, Spalletti yakin keberhasilan akan menaunginya. "Ranieri akan baik-baik saja karena ia memiliki skuad yang bagus," tandasnya.

"Mengesampingkan fakta yang terjadi dalam dua pertandingan terakhir, dan bahwa ia adalah Romanista di kota ini, dia akan cepat beradaptasi dan tahu bahwa Giallorossi tidaklah bermain buruk."

"Dalam pandangan saya, kami tak bermain buruk melawan Genoa, sementara kita harus mengakui bahwa Juventus sangat superior selama 90 menit. Tetapi ada dua atau tiga kejadian yang bisa membuat Roma memimpin," tukas Spalletti.
( roz / din )

Pangeran Serigala Masih Cinta Spalletti


Roma - Luciano Spalletti kini sudah tidak jadi pelatih AS Roma lagi. Namun, Kapten Giallorossi ,Francesco Totti, menilai pelatih berkepala plontos itu adalah figur penting dalam karirnya dan masih ingin dilatih olehnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Spalletti sudah mengundurkan diri dari kursi kepelatihan di Roma menyusul hasil buruk klub ibukota itu di dua laga awal Seria A. Sebagai penggantinya, manajemen klub menunjuk eks pelatih Juventus, Claudio Ranieri, untuk membesut Roma hingga 2011 mendatang.

Selama melatih Roma dari tahun 2005, Spalletti berhasil mengantar Il Lupi jadi runner up Seri A tiga tahun berturut-turut (2005-08), serta memenangi satu gelar Piala Super Copa Italia (2007). Atas dasar itu, Totti menyanjung eks pembesut Udinese itu sebagai bagian sejarah dari klub maupun dirinya secara pribadi.

"Saya berterima kasih kepada Spalletti atas apa yang telah ia berikan untuk Roma dan untuk karirku juga," tukas Totti seperti yang dikutip Goal.

Totti sendiri sempat disebut-sebut sebagai biang keladi keluarnya Spalletti dari Roma. Namun, ia lantas membantahanya dengan mengutarakan kalau ia berharap sebenarnya Spalletti adalah pelatih terakhir dalam karir sepakbolanya.

"Saya berharap dan akan selalu mengatakan ini, kalau aku ingin mengakhiri karirku sebagai pemain di bawah kepelatihannya (Spalletti)," tuntas striker usia 33 tahun itu.

Perasaan kangen akan Spalletti, sebaiknya harus disimpan dalam-dalam oleh Totti, karena saat ini Totti bersama Ranieri harus segera bekerja sama dengan baik untuk menaikkan prestasi Roma yang tengah terpuruk. ( mrp / nar )

Ranieri: Roma adalah Impianku


Roma - Claudio Ranieri mengakui bahwa AS Roma merupakan tim impiannya. Kini, ketika impian itu sudah tercapai, The Tinkerman berjanji untuk memberikan yang terbaik.

Selasa (1/9/2009) malam WIB, Ranieri ditunjuk sebagai allenatore AS Roma menggantikan Luciano Spalletti yang mengundurkan diri.

"Saya merasa terhormat dan saya yakin mampu bisa memberikan yang terbaik untuk Roma dan klub ini," tukas Ranieri seperti dialnsir dari Football-Italia.

Roma memiliki kedekatan dengan pria berjuluk The Tinkerman itu. Selain dilahirkan di ibu kota Italia itu, Ranieri juga mengawali karir profesionalnya sebagai pemain AS Roma.

Meski hanya memperkuat Il Lupi tahun 1973 hingga 1974 dan tampil enam kali, namun Ranieri memiliki kesan yang mendalam dengan tim yang kini dia tukangi.

"Ini merupakan kepuasan yang luar biasa bagi saya. Ini merupakan puncak dari mimpi dari karir yang saya rintis bertahun-tahun silam," pungkas pria berusia 57 tahun tersebut.

Di hari-hari ke depan, Ranieri akan dinanti oleh tugas yang cukup berat. Pasalnya, dua kekalahan di dua laga awal Seri A membenanmkan sang Serigala ke papan bawah klasemen sementara.
( nar / mrp )

Roma Pilih Ranieri


Roma - AS Roma bergerak cepat mencari pengganti Luciano Spalletti yang mengundurkan diri. Claudio Ranieri resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Il Lupi selama dengan kontrak berdurasi dua musim.

Setelah sempat ramai dibicarakan sebelumnya, kalau Ranieri bakal menggantikan Spalletti di kursi kepelatihan Roma. Akhirnya isu terealisasikan usai pengacara Ranieri, Mattia Grassani yang membeberkan deal yang telah terjadi antara Ranieri dengan pihak manajemen klub ibukota itu.

Mengenai hitam di atas putihnya, Ranieri akan membereskannya esok, Rabu (2/9/2009) waktu setempat.

"Sudah ada persetujuan (antara Roma dan Ranieri). Besok dia (Ranieri) akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun," ucap Rassani yang dikutip Reuters, Selasa (1/9) malam WIB.

Ranieri sendiri sebelumnya melatih Juventus medio 2007 sampai 2009, dan ia dipecat ketika Seri A musim lalu menyisakan dua laga dan digantikan oleh Ciro Ferrara.

Karir pria yang dijuluki The Tinkerman itu paling lama dihabiskan di Stamford Bridge saat menangani Chelsea dari 2000 sampai 2004. Pelatih berumur 57 tahun ini pernah melatih beberapa klub Eropa dan Italia lain seperti Valencia, Fiorentina dan Parma. ( mrp / nar )

Spalletti Tinggalkan Roma


Roma - Seperti telah ramai diberitakan, Luciano Spalletti akhirnya resmi meninggalkan AS Roma. Rangkaian hasil buruk yang didapat I Lupi membuat pelatih plontos itu memilih melepaskan jabatannya.

Kabar kepergian Spalletti dari Stadion Olimpico Roma sudah berhembus sejak Senin (31/8/2009) kemarin. Kekalahan atas Genoa di pekan pertama dan tumbang saat menjamu Juventus akhir pekan kemarin menjadi alasan Spalletti turun dari kursi yang sudah dia duduki sejak tahun 2005 lalu.

"Saya sudah mengajukan pengunduran diri dan pihak klub menerimanya," ungkap Spalletti seperti diberitaka Reuters.

Tekanan pada Spalletti untuk mundur dari jabatannya semakin kuat setelah sekelompok tifosi Roma menggelar demonstrasi di depan markas klub tersebut.

Meski berhasil mengantar Francesco Totti jadi runner up Seri A tiga tahun berturut-turut (2005-08), serta memenangi satu gelar Piala Super Copa Italia (2007), dua kekalahan dari dua laga perdana sepertinya sudah cukup untuk melengserkan dia dari jabatannya.

Claudio Ranieri disebut-sebut akan menjadi pelatih baru Roma, meski hingga kini pihak klub belum mengeluarkan konfirmasi soal hal tersebut. Mantan pelatih Juventus itu sebelumnya sempat dikabarkan sudah melakukan pembicaraan dengan petinggi klub peraih tiga scudetto tersebut.

Minggu, 30 Agustus 2009

Diego dan Melo Tekuk Roma


Roma - Dua pemain baru Juventus, Diego dan Felipe Melo memotori kemenangan 3-1 timnya atas AS Roma. Diego membintang dengan kontribusi dua gol dan Melo menambahinya dengan satu gol.

Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Olimpico Roma, Senin (31/8/2009) dinihari WIB, Diego mencetak golnya di menit 24 dan 67 dan Melo menutup di menit 93. Sementara balasan Roma dicetak oleh Daniele De Rossi di menit 35.

Kemenangan ini membuat Juve untuk sementara menguasai pucuk pimpinan klasemen Seri A menggeser Inter Milan. Bianconeri mengumpulkan nilai enam dari dua pertandingan dan Inter mengoleksi empat.

Jalannya pertandingan

Pelatih Roma Luciano Spalletti melakukan banyak perubahan dalam line-up timnya dibanding dengan susunan tim saat dikalahkan Genoa di pekan pertama Seri A. Di depan, Francesco Totti ditemani Jeremy Menez.

Tetapi peluang pertama justru lahir dari tim tamu. Diego mengirim tendangan bebas yang coba dibelokkan oleh sundulan Girgio Chiellini tetapi bola bisa ditepis kiper Roma, Julio Sergio.

Gol Juve hadir tiga menit berselang lewat aksi individu Diego. Merebut bola dari Marco Cassetti di tengah lapangan, Diego menggiring bola, melewati John Arne Riise dan melesakkan bola ke gawang dengan tendangan terukur.

Sebuah tendangan bebas yang diberikan wasit bagi Roma di menit 35 berbuah bencana bagi Juve. Saat para pemain Juve masih belum siap, bola disodorkan ke De Rossi yang tanpa ampun menggenjot bola menembus gawang Gianluigi Buffon.

Dua menit berikutnya, Juve kembali membahayakan gawang Sergio. Dari tendangan bebas Diego, Carvalho Amauri menanduk bola tetapi Sergio dengan sigap men-tip bola ke udara.

Kesialan melanda Amauri di menit 42. Tendangannya dari dalam kotak penalti melabrak tiang Roma dan bola muntah coba disambut oleh Claudio Marchisio, tetapi bek-bek Roma sigap menyapu si kulit bundar.

Di menit terakir, giliran Buffon yang tampil hebat mengamankan gawangnya. Umpan terobosan Menez kepada Totti coba diselesaikan oleh kapten Roma itu dengan sebuah tendangan, namun Buffon dengan sigap menepisnya dengan tangan.

Amauri mendapatkan kans berharga di menit 53. Menguasai bola di sisi kiri kotak penalti Roma, Amauri menembak tetapi arahnya tepat ke tangan Sergio yang segera menepisnya.

Vincenzo Iaquinta membuang peluang untuk membuat Juve memimpin di menit 56. Menyisir sisi kanan, Iaquinta menusuk masuk ke kotak penalti tetapi penyelesaiannya buruk karena tendangannya melambung.

Sergio menyelematkan gawang Roma di menit 66. Sebuah umpan silang Paolo De Ceglie disambar kepala Amauri tetapi Sergio dengan lincah bergerak ke kanan untuk menepis bola.

Gol Diego yang kedua hadir tak sampai semenit kemudian. Mendapat umpan flick dari Iaquinta, Diego mengelabui pengawalan Philippe Mexes sebelum menjebol gawang Sergio. 2-1 untuk Juve.

Dalam keadaan tertinggal, Roma mencoba melawan. Mendapat bola di sisi kanan, Menez mengecoh De Ceglie dan menembak. Sayang bagi tuan rumah karena tendangan Menez melebar di kanan gawang BUffon.

Masuknya Mirko Vucinic membuat Roma kian menggigit. DI menit 73, sebuah umpan silang De Rossi dari kiri disundul Vucinic sembari terbang, tetapi tak menemui sasaran karena melebar.

Kans terbaik Roma untuk menyamakan skor hadir di menit 78. Menguasai bola di luar kotak penalti, Totti melepaskan tendangan menyusur tanah, namun membentur tiang meski Buffon sudah mati langkah.

Juventus akhirnya menggenapi kemenangannya menjadi 3-1 di menit ketiga injury time. Menggiring bola dari tengah, Melo mengakhiri aksinya dengan tendangan terarah yang tak bisa dihadang Sergio.

Susunan pemain

Roma: Julio Sergio; Cassetti, Mexes, Burdisso, Riise; Taddei, De Rossi, Pizarro; Perrotta; Menez, Totti

Juventus: Buffon; Grygera, Cannavaro, Chiellini, De Ceglie; Thiago, Felipe Melo, Marchisio; Diego; Iaquinta, Amauri

Spalletti: De Rossi akan Bawa Roma Tekuk Juve


INILAH.COM, Roma - AS Roma bersiap menghadapi pertempuran melawan Juventus hari Minggu (30/8). Luciano Spalletti mengaku bersemangat menghadapi pertandingan ini. Kemenangan atas Juve akan memberikan suntikan moral bagi timnya untuk menjalani beratnya Seri A.


”Kejuaraan Seri A selalu penuh persaingan, tetapi tim kami akan siap menghadapi Juventus besok,” tuturnya saat konferensi pers sebelum pertandingan.

Meski belum pernah mengalahkan Si Nyonya Tua selama karir kepelatihannya di Seri A, Spalletti tetap percaya diri dapat memecahkan kebuntuan itu Minggu malam, waktu setempat.

“Saya selalu berada di lapangan dengan target maksimal, yaitu menang. Pertandingan melawan Juve cukup menantang, selama 12 tahun kepelatihan, saya belum pernah mengalahkan mereka di Seri A, meski saya berhasil melakukannya di Coppa Italia,” tutur pelatih ekspresif itu.

Menghadapi pertandingan itu, Spalletti menumpukan harapannya kepada gelandang Daniele De Rossi. Spalletti menunjuk De Rossi sebagai pemain kunci dalam pertandingan esok.

“Esok, De Rossi akan menjadi penentu. Diego yang membuat inspirasi, imajinasi, dan kualitas, tetapi Daniele de Rossi akan melakukan apapun yang mampu dilakukan,” tukasnya.[-]

Senin, 24 Agustus 2009

Baptista Masih Tak Jelas


Jakarta - Julio Baptista sedang dalam situasi yang tidak ideal di saat Seri A baru dimulai dan bursa transfer seminggu lagi ditutup. Prospeknya bertahan di Olimpico tak besar, ke mana akan berlabuh pun belum jelas.

Baptista disinyalir tidak terlalu dihiraukan pelatih Luciano Spalletti di awal musim ini. Penyerang Brasil ini tidak dilibatkan dalam dua laga resmi pertama Roma, yakni di kualifikasi Europa League pertengahan minggu lalu, dan ketika Il Lupo kalah 2-3 dari Genoa di pekan pertama Liga Italia hari Minggu kemarin.

Dalam dua minggu terakhir ini ia memang dikait-kaitkan dengan beberapa klub. West Ham United dan Manchester City disebut-sebut tertarik untuk memboyong pemain berusia 27 tahun itu. Namun, pilihan kembali ke Inggris tidak menjadi prioritas Baptista.

Ia pernah menghabiskan musim 2006/2007 sebagai pemain pinjaman di Arsenal. Ketika itu ia berstatus milik Real Madrid, dan sekembalinya ke Santiago Bernabeu pun ia gagal mendapat tempat di tim inti, sehingga dilepas ke Roma musim panas tahun lalu.

"Julio takkan kembali ke Inggris. Saya bisa tegaskan hal ini," cetus agen si pemain yang bernama Herminio Menendez kepada asromanews.it yang dikutip Sky Sports.

Rumor lain adalah Baptista akan hijrah ke Inter Milan, di mana Roma ingin menjadikannya sebagai alat penukar untuk David Suazo ataupun Amantino Mancini.

"Saya tidak tahu apakah itu akan terjadi. Kita lihat saja nanti," respons Menendez. "Untuk saat ini saya mengesampingkan transfer permanen untuk Julio."

Mantan pemain Sao Paulo dan Sevilla ini musim lalu tampil dalam 36 pertandingan bersama Roma di semua kompetisi. Dari jumlah itu ia mencetak 11 gol.
( a2s / key )

Burdisso: Roma akan Bangkit!


INILAH.COM, Genoa – Kekalahan 3-2 dari Genoa pada laga pertama Seri A, tidak membuat bek anyar AS Roma Nicolas Burdisso panik. Bek pinjaman dari Inter Milan tersebut yakin Il Lupi bangkit pada pertandingan selanjutnya.

Sehari setelah resmi dipinjam Roma, Burdisso langsung melakukan debutnya bersama klub Ibu Kota tersebut melawan Genoa. Sayang, kehadiran bek tim nasional Italia tersebut tidak mampu menghindari Roma dari kekalahan.

Meski kalah, Burdisso tetap bersikap tenang. Bek 28 tahun ini yakin kekalahan pada laga pertama akan ditebus Roma pada pertandingan berikutnya.

“Roma bermain bagus, kami memainkan pertandingan yang bagus. Saya pikir kami mendapatkan penguasaan bola. Kami kebobolan tiga gol, tapi kami bisa memperbaiki ini. Roma adalah tim yang bisa melawan hingga akhir karena kami bermain bagus,” ujar Burdisso kepada Roma Channel seperti yang dilansir Goal.com.

Pekan depan, Roma akan menjamu Juventus di Olimpico Roma, dan Burdisso yakin pertandingan tersebut akan menjadi laga yang tepat untuk bangkit.

“Saya ke sini untuk menang dan itu yang akan saya lakukan. Di awal musim ini kami harus bermain setiap tiga hari. Kamis akan ada Europa League dan Minggu melawan Juventus,” kilah Burdisso.[S2]

Roma Dikalahkan Genoa


Genoa - AS Roma harus menelan pil pahit dalam laga perdananya di Seri A musim ini. Pasukan 'Serigala Ibu Kota' itu harus mengakui keunggulan Genoa dengan skor 2-3.

Laga tersebut digelar di Stadion Luigi Feraris, Kandang Genoa, Senin (24/8/2009) dinihari WIB. Roma tertinggal lebih dulu akibat gol Domenico Cristico sebelum Rodrigo Taddei dan Francesco Totti membuat Giallorosi unggul.

Namun demikian, dua gol lesatan dari Alberto Zapater dan Giusepe Biava memupus harapan Il Lupi untuk merebut poin penuh pada laga tersebut.

Kekalahan ini membawa tim asuhan Luciano Spaletti itu berada di posisi ke-19, sementara Il Grifone bercokol di urutan ke-5 klasemen Seri A.

Babak pertama berjalan, kedua tim bermain relatif bermain datar-datar saja. Tak banyak peluang yang diciptakan membuat babak ini diakhiri dengan skor 0-0.

Paruh kedua laga memasuki menit ke-49, Genoa lebih dulu memimpin lewat Cristico. Memanfaatkan umpan sundulan Zapater di dalam kotak penalti, Cristico melepaskan tendangan kaki kanan yang bersarang telak di pojok kanan gawang kiper Roma, Artur.

Tak sampai lima menit berselang, Roma mampu menyamakan kedudukan. Adalah Taddei yang mencatatkan namanya di papan skor, setelah sepakan kerasnya dari sisi kanan pertahanan tuan rumah menaklukkan kiper Genoa, Marco Amelia.

Roma bahkan berbalik unggul pada menit ke-63 melalui Il Capitano Totti. Meneruskan assist Stefano Guberti, Totti yang berada di dalam area pertahanan Genoa, dengan kaki kirinya melepaskan tembakan yang tak terjangkau Amelia, 2-1 untuk Roma.

Zapater yang debutan musim ini, berhasil mencetak gol perdananya di Italia, lewat sebuah eksekusi tendangan bebas yang mengarah ke pojok kiri atas gawang tanpa mampu dihadang Artur, Genoa 2 Roma 2.

Bencana Roma datang ketika pertandingan tersisa tujuh menit. Diawali sebuah set piece pemain Genoa, Biava yang tak terkawal mampu menyarangkan bola dengan kaki kanannya ke pojok kanan atas jala Roma. Skor pun berubah jadi 3-2 untuk Genoa dan bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain :

Genoa : Amelia, Moretti, Papastrathopoulos, Juric, Biava, Zapater, Modesto (Palacio 46'), Rossi, Crespo (Figueroa 70'), Sculli, Mesto (Cristico 46').

Roma : Artur, Burdisso, Andreolli (Riise 77'), Casetti, Motta, Pizarro, De Rossi, Taddei (Brighi 71'), Menez, Guberti (Cerci 75'), Totti.

Jelang Genoa vs Roma Pertarungan ke Liga Champions Dimulai dari Sini

Genoa - Musim lalu, Genoa berhasil bertengger di posisi lima klasemen akhir Seri A. Hasil itu membuat Rossoblu diperhitungkan masuk ke zona Liga Champions musim depan; bersaing dengan AS Roma.

Kebetulan, keduanya akan langsung bentrok di pekan pertama Seri A musim 2009-10 di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Minggu (23/8/2009). Pelatih Genoa Gian Piero Gasperini memandang laga ini penting dalam bingkai persaingan keduanya.

Dengan Inter Milan, Juventus dan AC Milan nyaris pasti menguasai tiga besar, maka tim-tim lain praktis tinggal berebut posisi empat yang berarti tiket Liga Champions musim depan. Genoa dan Roma adalah dua tim yang masuk kategori unggulan untuk itu.

"Roma tetaplah sebuah klub dengan kualitas yang nyata dan punya sebuah skuad yang terbangun dari tahun ke tahun," ujar Gasperini seperti dilansir Football Italia.

Kekuatan Genoa berkurang drastis dengan kepergian sejumlah pemain pentingnya seperti Diego Milito, Thiago Motta dan Matteo Ferrari. Tapi Gasperini boleh yakin karena kubunya sudah mendapat sejumlah pengganti sepadan.

"Memang benar, kami berubah cukup drastis sepanjang musim panas ini. Namun kami punya pondasi yang kuat yang semakin sempurna. Dengan berjalannya kompetisi, kami akan tahu kekuatan asli kami," kata Gasperini.

Dengan kehadiran pemain-pemain baru seperti Rodrigo Palacio, Luciano Figueroa dan Hernan Crespo, Gasperini dipaksa untuk merancang taktik dan strategi baru. Sayangnya, Crespo dan pemain baru lainnya, Sergio Floccari, diperkirakan akan absen di laga pertama ini karena cedera.

"Akan ada beberapa rotasi pemain dan saya memiliki keraguan untuk menentukan starting eleven," tutup pelatih kelahiran 51 tahun lalu itu.